Ledakan tersebut merenggut nyawa seorang sopir truk yang tengah bersiap mengantarkan sembako ke luar kota.
Korban diketahui bernama Reza berstatus sebagai sopir pengantar barang kebutuhan pokok yang akan diberangkatkan menuju Kaubun, Kabupaten Kutai Timur.
Truk yang dikemudikan korban saat itu telah selesai dimuat dan diikat, termasuk sejumlah tabung gas elpiji yang berada di bak kendaraan.
Saksi mata sekaligus rekan kerja korban, Satria Pratama, menuturkan peristiwa bermula saat korban berupaya memotong sisa tali pengikat muatan. Karena tali dianggap berlebih, korban memutuskan memotongnya dengan cara dibakar menggunakan korek api.
“Dia pinjam korek saya, mau bakar tali yang lebih. Ikatan terakhir memang di sudut belakang truk,” ujar Satria.
Satria menjelaskan, dirinya berada sangat dekat dengan korban saat kejadian dan sempat terkena percikan api di bagian bibir. Ia menggambarkan ledakan terjadi secara tiba-tiba, disertai hembusan angin kencang.
“Tiba-tiba kayak angin langsung, terus meledak,” katanya.
Ia juga menyebut sempat mencium bau gas sebelum ledakan terjadi, meskipun tidak mengingat secara pasti momen awalnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Ipda Novi Hari Setiawan, membenarkan adanya insiden ledakan tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat dan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Kami mendapat informasi sekitar pukul 18.45 telah terjadi ledakan di parkiran ruko Jalan Ir Sutami,” jelasnya
Menurutnya, ledakan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dengan status sebagai sopir truk. Di dalam kendaraan terdapat tumpukan tabung gas elpiji dan barang pembelanjaan. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kejadian.
“Untuk dugaan awal maupun unsur kelalaian, sementara belum bisa kami simpulkan,” pungkasnya.
Editor: Erwin