Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, mengatakan upaya pencarian telah dilakukan sejak pagi hari dengan melibatkan unsur SAR gabungan.
Penyisiran dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lokasi kejadian perkara (LKP) hingga sejauh dua kilometer ke arah hilir sungai.
“Untuk kondisi membahayakan manusia satu orang tenggelam, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dan penyisiran baik di daerah LKP maupun hingga dua kilometer ke arah hilir,” ujar Mardi Sianturi, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, metode pencarian difokuskan pada area yang berpotensi menjadi tempat tersangkutnya korban. Tim menyisir tepi sungai, alur utama, serta tumpukan sampah dan berbagai objek yang mengapung di permukaan air Sungai Mahakam.
“Fokus pencarian hari ini kami arahkan pada obstacle-obstacle dan tumpukan sampah, baik di tepi sungai maupun di tengah alur,” jelasnya.
Menurut Mardi, operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WITA dan direncanakan berlangsung hingga pukul 17.30 WITA.
Apabila hingga batas waktu tersebut korban belum ditemukan, maka operasi akan dievaluasi dan dihentikan sementara untuk kemudian dilanjutkan kembali keesokan harinya.
“Pencarian dimulai jam tujuh pagi dan direncanakan sampai setengah enam sore, selanjutnya akan kami tinjau kembali,” katanya.
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala, seperti derasnya arus Sungai Mahakam serta banyaknya sampah yang menghambat pergerakan dan jarak pandang petugas.
Meski demikian, pihak SAR berharap korban dapat segera ditemukan dengan dukungan doa dari masyarakat Samarinda.
Editor: Erwin