Dari balik rumah warga, kobaran api berwarna oranye terlihat menyala dari salah satu bangunan di ujung gang, sebelum dengan cepat merambat ke rumah-rumah lain yang mayoritas berbahan kayu.
Salah satu saksi mata, Nabil, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui setelah terdengar teriakan warga dari luar rumah. Saat itu ia baru keluar dari kamar dan melihat api sudah membesar.
“Awalnya saya dengar orang teriak minta tolong, api. Pas buka pintu cuma ngintip dari kaca, kelihatan api warnanya oranye,” kata Nabil.
Menurutnya, api berasal dari rumah ketiga dari ujung gang dan kemudian menjalar ke rumah kosong di sekitarnya. Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat membesar.
“Yang kebakaran duluan itu rumah ketiga dari ujung, lalu nyambar ke rumah kosong. Rumahnya kayu semua, terus nyambar lagi ke rumah putih sampai ke lantai dua,” ujarnya.
Melihat kobaran api semakin membesar, Nabil langsung menyelamatkan anggota keluarganya.
“Saya langsung manggil ibu, ayah, nenek, dan adik untuk keluar. Orang tua dan nenek lari ke depan, adik ke belakang,” tambahnya.
Sementara itu, Danpos 1 Disdamkarmat Kota Samarinda, Polly Rachman, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyebut laporan diterima sekitar pukul 01.20 Wita.
“Malam ini kami menerima informasi kebakaran di Taruna 65 Gang Jamhari, Jalan Lambung Mangkurat. Informasi awal ada tiga bangunan permanen yang terbakar,” jelas Polly.
Terkait penyebab kebakaran, pihaknya belum dapat memastikan. “Untuk penyebab masih belum bisa kami sampaikan karena masih ditangani pihak terkait dan kepolisian,” katanya.
Api berhasil dipadamkan sekitar 20 menit kemudian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit dan keterbatasan sumber air. Sebanyak delapan unit pemadam dari dua posko, dibantu relawan dan Redkar, dikerahkan ke lokasi.
Editor: Erwin