Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda memastikan wilayah Kota Tepian sebenarnya masih berada dalam periode musim hujan, meski sifatnya lebih kering dari biasanya.
Prakirawan Cuaca BMKG Samarinda, Wiwi Indasari menjelaskan bahwa secara klimatologis, musim kemarau di Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Samarinda, umumnya baru terjadi pada pertengahan tahun dengan durasi yang relatif singkat.
“Biasanya kemarau di Samarinda itu antara Juni sampai September dan durasinya memang pendek,” ujar Wiwi Indasari.
Untuk periode dasarian ketiga hingga akhir Januari, BMKG memprakirakan Samarinda masih dalam fase musim hujan.
Meski demikian, peluang pergeseran musim tetap ada karena dipengaruhi faktor lokal maupun global, seperti fenomena La Nina dan El Nino.
Berdasarkan analisis terkini, kondisi iklim global sedang menuju La Nina lemah yang diperkirakan tidak berdampak signifikan bagi wilayah Kaltim.
Untuk beberapa hari ke depan, potensi hujan di Samarinda diprediksi tetap ada namun dalam intensitas rendah, yakni pada kisaran 0 hingga 50 milimeter.
“Secara umum masih musim hujan, tapi sifat hujannya lebih kering dari biasanya. Januari akhir ini dari analisis kita masih musim hujan namun kondisi cuaca secara umum cukup kering,” pungkasnya.
Editor: Erwin