Menurutnya, ketahanan keluarga merupakan kondisi dinamis yang menuntut ketangguhan dan keuletan seluruh anggota keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ketahanan tersebut mencakup aspek fisik, materiil, mental, hingga spiritual agar keluarga mampu hidup mandiri dan berkembang secara harmonis.
“Ketahanan keluarga adalah kondisi dinamis yang membutuhkan kekuatan fisik, ekonomi, mental, dan spiritual. Dengan ketahanan tersebut, keluarga dapat menjalani kehidupan secara mandiri serta tumbuh seimbang,” ujar Nurhadi, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga.
Perda tersebut disusun sebagai kerangka kebijakan untuk memperkuat peran pemerintah daerah dalam membangun ketahanan keluarga secara terpadu dan berkelanjutan.
“Perda ini menjadi pedoman bersama bagi pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha agar memiliki tanggung jawab kolektif dalam memperkuat ketangguhan keluarga,” tegasnya.
Nurhadi menambahkan, tujuan utama regulasi tersebut adalah memastikan setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan fisik serta mental dan spiritual secara proporsional.
Dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut, fungsi-fungsi keluarga diyakini dapat berjalan secara optimal.
“Apabila fungsi keluarga berjalan dengan baik, maka kesejahteraan lahir dan batin masyarakat akan terbentuk secara alami,” jelasnya.
Selain itu, Perda Nomor 2 Tahun 2022 juga diarahkan untuk menyelaraskan berbagai program ketahanan keluarga agar tidak berjalan secara terpisah atau tumpang tindih.
Harmonisasi program antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dinilai menjadi kunci agar pembangunan ketahanan keluarga benar-benar memberikan dampak nyata.
“Sinergi lintas sektor sangat penting agar upaya penguatan ketahanan keluarga tidak bersifat parsial, melainkan terintegrasi dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan, DPRD Kaltim berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan keluarga semakin meningkat.
Ketahanan keluarga dipandang sebagai fondasi utama dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah, sekaligus sebagai benteng awal dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.
Editor: Erwin