Sebelumnya diketahui bencana banjir yang terjadi sejak 11 Januari 2026 merendam sedikitnya 18 desa di Kecamatan Tabang dengan ketinggian air bervariasi dengan rata-rata mencapai 60 hingga 150 cm, bahkan di beberapa lokasi rendah dilaporkan lebih tinggi.
Koordinator Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Kaltim, Cahyo Kristanto, mengatakan pihaknya bersama BPBD Kabupaten Kukar, dibantu TNI dan Polri, telah turun langsung melakukan penanganan di lapangan.
Upaya ini difokuskan pada pemantauan kondisi banjir dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
“Selain unsur pemerintah dan TNI-Polri, penanganan juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut,” ujar Cahyo, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, sebagian besar warga telah melakukan pengungsian secara mandiri ke rumah keluarga atau warga lain yang tidak terdampak banjir. Langkah ini dinilai cukup membantu mengurangi risiko bagi masyarakat.
“Untuk bantuan logistik, penyalurannya juga telah kami lakukan melalui BPBD Kabupaten Kukar sesuai kebutuhan di lapangan,” ucapnya.
Memasuki hari kelima banjir, Cahyo menyebutkan terdapat beberapa wilayah di Kecamatan Tabang yang mulai mengalami penurunan ketinggian air. Selain itu juga kata dia, sebagian masyarakat mulai kembali beraktivitas walaupun secara terbatas.
“Meski demikian, banjir masih berdampak pada akses jalan menuju dan antar desa,” sebutnya.
Sejumlah ruas jalan ungkap Cahyo, masih tergenang, namun masih dapat dilalui oleh tim guna pendistribusian bantuan dan operasional penanganan kebencanaan.
Editor: Erwin