Hingga kini Benua Etam masih menghadapi persoalan mendasar berupa tingginya angka pengangguran dan kemiskinan yang belum tertangani secara optimal.
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud alias Hamas pun menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan terus berlarut-larut. Peran generasi muda sebagai penggerak utama perubahan sosial dan ekonomi di daerah sangat penting, bukan hanya sebagai pihak yang menunggu peluang.
Satu dari beberapa persoalan krusial yang perlu segera dibenahi adalah ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Masih banyak lulusan sekolah menengah atas (SMA) di Kaltim yang kesulitan memperoleh pekerjaan setelah lulus.
“Fakta banyak lulusan SMA belum terserap dunia kerja menunjukkan adanya ketimpangan antara pendidikan yang diberikan dengan kompetensi yang dibutuhkan pasar tenaga kerja,” kata Hamas kepada Korankaltim.com Sabtu (3/1/2026).
Selain masalah ketenagakerjaan, Hamas juga mengingatkan tantangan pembangunan daerah tidak hanya berhenti di sektor ekonomi. Permasalahan kesehatan, terutama kasus stunting, masih menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia di Kaltim. Politisi Golkar ini menjelaskan stunting dan persoalan kesehatan lainnya memiliki keterkaitan erat dengan kondisi kemiskinan.
Rendahnya akses terhadap layanan kesehatan yang memadai serta keterbatasan ekonomi keluarga turut memperparah situasi tersebut. “Persoalan-persoalan ini saling berkaitan dan bermuara pada masalah kemiskinan yang belum tertangani secara menyeluruh,” paparnya.
Untuk memutus mata rantai permasalahan tersebut, Hamas menekankan perlunya langkah konkret dan terintegrasi pada tiga sektor utama. Pertama peningkatan kualitas pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Kedua, penguatan layanan kesehatan guna mencetak sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Ketiga, pengembangan sektor ekonomi yang mampu menyentuh langsung masyarakat kecil dan membuka lapangan kerja baru.
“Jika ketiga sektor ini dapat berjalan secara seimbang dan berkelanjutan, maka masa depan pemuda Kaltim akan lebih jelas arahnya. Pada akhirnya, pembangunan daerah dapat berjalan lebih maju dan merata,” tutup Hamas.
Editor: Aspian Nur