Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar menegaskan bahwa kebijakan ini bukan keputusan sepihak, melainkan hasil komunikasi dan kesepahaman bersama berbagai pemangku kepentingan.
Sejumlah pengelola hotel dan tempat hiburan telah diajak berdiskusi dan menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak hotel dan pengelola hiburan. Mereka bisa memahami kebijakan ini. Perayaan tahun baru nantinya diarahkan ke kegiatan yang lebih menenangkan, seperti doa bersama di Islamic Center Samarinda,” ucapnya, Selasa (30/12/2025)
Langka ini diputuskan lantaran euforia pergantian tahun yang diwarnai pesta kembang api kerap berujung pada persoalan keamanan. Mulai dari penumpukan massa, kemacetan lalu lintas, aksi ugal-ugalan di jalan, hingga potensi kebakaran akibat petasan.
“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kembang api sering menjadi pemicu gangguan kamtibmas. Karena itu, kami mengajak masyarakat mengubah pola perayaan agar lebih tertib dan aman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Polresta Samarinda juga mengeluarkan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat. Warga diminta tidak melakukan konvoi kendaraan, tidak mengonsumsi minuman keras maupun obat-obatan terlarang, serta menghindari penggunaan petasan dalam bentuk apa pun.
Masyarakat yang bepergian juga diingatkan untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.
“Ini semata-mata untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan. Kami ingin malam tahun baru berjalan aman dan nyaman bagi semua,” tegasnya.
Polresta Samarinda akan menyiagakan 921 personel gabungan. Ratusan personel kepolisian akan diperkuat unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Petugas akan disebar di titik-titik rawan dan pusat keramaian.
Pengamanan juga dibarengi dengan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas utama kota, seperti Jalan Slamet Riyadi, Jalan Lambung Mangkurat, kawasan Teras Samarinda, hingga akses menuju Jembatan Mahkota.
Kapolresta berharap, kebijakan tanpa pesta kembang api ini dapat menjadi awal perubahan cara masyarakat menyambut Tahun Baru.
“Perayaan tidak harus selalu dengan keramaian. Yang terpenting adalah keselamatan dan kebersamaan. Itu tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.
Editor: Erwin