Kepala Dinas PUPR-PERA Provinsi Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengatakan fender memiliki peran penting sebagai pelindung utama pilar jembatan dari benturan kapal di jalur Sungai Mahakam.
Tanpa keberadaan fender, kata dia pilar jembatan dinilai sangat rentan apabila kembali terjadi insiden serupa. Benturan kapal akan langsung mengenai struktur pilar tanpa pengaman.
“Dengan tidak adanya fender, jembatan ini masih sangat riskan. Begitu terjadi tabrakan, kapal langsung menghantam pilar karena tidak ada pengaman,” ujar Firnanda, usai rapat koordinasi membahas kondisi jembatan pasca insiden tabrakan di Samarinda, Selasa (30/12/2025).
Oleh karena itu, menurutnya penggantian fender menjadi prioritas utama pihaknya saat ini agar kejadian tabrakan tidak terulang. Selain itu, pengaturan lalu lintas air di sekitar jembatan tutur Firnanda juga dinilai perlu diperketat.
“Terkait lalu lintas air, kami serahkan kepada KSOP untuk mengatur dengan lebih baik agar tidak ada lagi kapal yang menabrak pilar jembatan,” ucapnya.
Firnanda menyebutkan, pihak KSOP telah menyatakan kesediaannya untuk melakukan pengaturan lalu lintas air di kawasan tersebut dan tinggal menunggu tindak lanjut teknis di lapangan.
Selain itu, perusahaan pemilik kapal tongkang dijadwalkan akan datang pada awal Januari 2026 untuk membahas tindak lanjut dan penandatanganan perjanjian terkait tanggung jawab penggantian fender.
“Direktur perusahaannya akan datang di awal Januari. Kita akan ikat dalam perjanjian, dan penggantian fender ini akan ditanggung melalui asuransi,” tegasnya.
Lebih lanjut terkait kondisi struktur jembatan, Firnanda memastikan hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya deformasi signifikan pada bagian atas jembatan. Lalu lintas kendaraan di atas jembatan juga dinyatakan masih aman.
“Dari alat ukur yang kami gunakan, tidak ada perubahan signifikan pada struktur atas. Yang menjadi fokus saat ini adalah kondisi bagian bawah karena fender-nya sudah tidak ada,” tutupnya.
Editor: Erwin