Fenomena tahunan itu mendapat kelonggaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Penertiban tidak dilakukan selama aktivitas penjual musiman seperti jagung, singkong dan kacang dilakukan tertib dan tidak mengganggu kepentingan umum.
Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini menjelaskan, pengamanan dan pemantauan sudah disiapkan sejak siang hari. Mulai pukul 12.00 WITA Rabu (31/12/2025) besok, personel akan diterjunkan untuk patroli keliling sekaligus cipta kondisi menjelang malam tahun baru. Penjual diarahkan menggunakan trotoar dengan catatan hanya untuk satu hari dan wajib membersihkan area setelah berjualan.
“Pak Wali Kota (Andi Harun) menginstruksikan jangan ditertibkan untuk tidak berjualan, tapi lebih penertiban supaya rapi dan tidak mengganggu lalu lintas,” kata Anis pada Selasa, (30/12/2025).
Kelonggaran ini bagian dari pendekatan persuasif pemerintah untuk menjaga ketertiban umum tanpa mematikan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pada momen pergantian tahun. Satpol PP memastikan seluruh jajaran siap mengantisipasi potensi gangguan ketenteraman.
Persiapan juga mencakup deteksi dini potensi kerawanan sejak beberapa hari sebelumnya, terutama di titik-titik yang menjadi lokasi keramaian. “Kegiatan memang dipusatkan di Teras Samarinda, tapi titik lain juga kami pantau,” papar Anis.
Sekitar 250 personel Satpol PP disiagakan dan disebar melalui Bawah Kendali Operasi (BKO) di 10 kecamatan. Titik perhatian khusus antara lain kawasan Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Muso Salim, Mahkota, serta perbatasan Kecamatan Sambutan dan Palaran yang kerap ramai.
Selain penempatan personel statis, penyisiran dilakukan bersama TNI dan Polri menggunakan kendaraan roda dua agar penanganan lebih cepat dan responsif. Sekitar 25 unit motor disiapkan untuk mendukung patroli mobile, terutama setelah kegiatan di Teras Samarinda berakhir, seiring agenda car free night dari kepolisian.
Pengawasan juga diterapkan pada Tempat Hiburan Malam (THM) sebagai upaya menjaga ketertiban. Kendati demikian, Anis mengimbau masyarakat agar dapat merayakan tahun baru secara sederhana dan tertib. “Tahun baru boleh dirayakan, tapi jangan euforia berlebihan, yang penting tertib dan aman. Kita semua punya tanggung jawab menjaga kota ini,” pungkas Anis.
Editor: Aspian Nur