Belakangan diketahui pria yang meninggal dunia itu bernama Kasdiono, berusia 52 tahun. Penemuan jasad Kasdiono pertama kali oleh Hendrik, tetangganya sendiri yang curiga karena tidak melihat almarhum selama beberapa hari. Hendrik kemudian masuk ke rumah Kasdiono yang pintunya tidak tertutup rapat dan mendapati tetangganya sudah tidak bernyawa.
“Saya masuk lewat pintu depan karena tidak tertutup. Pas melihat dia posisinya sudah terbaring dan mulutnya ada busa-busa,” ujar Hendrik kepada Korankaltim.com hari ini.
Sebelum ditemukan tak bernyawa Kasdiono tidak sempat berkomunikasi dengan siapa pun baik secara langsung maupun lewat telepon. Kesehariannya Kasdiono bekerja serabutan dan tinggal seorang diri. Hendrik menyebut terakhir kali dirinya bertemu pria itu sekitar dua hingga tiga hari lalu.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio mengakui adanya penemuan mayat tersebut. “Kami menerima laporan dari warga ditemukan seorang mayat di sebuah rumah di Gang Perintis, Jalan Damanhuri,” ujar Sactio.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, kondisi jenazah menunjukkan tanda-tanda kematian yang diperkirakan telah terjadi beberapa jam sebelumnya. “Mayat sudah mengeluarkan busa, terdapat lebam mayat dan kaku. Dugaan sementara almarhum meninggal lebih dari lima jam dari waktu evakuasi,” jelasnya.
Terkait penyebab kematian Sactio mengatakan pihak kepolisian belum dapat memastikan dan dari pemeriksaan awal belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Kasdiono. “Penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. Untuk sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” papar Sactio.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Editor: Aspian Nur