Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengimbau masyarakat yang memiliki bayi, balita, maupun anak-anak untuk memberikan vaksinasi dasar lengkap sebagai langkah pencegahan penyakit.
“Silakan orang tua membawa anaknya ke fasilitas kesehatan dasar seperti puskesmas atau posyandu untuk mendapatkan vaksinasi,” ujar Jaya, Senin (15/12/2025).
Lanjutnya, imunisasi menjadi sangat penting, terutama saat Kaltim tengah memasuki musim pancaroba, di mana perubahan cuaca dari hujan ke panas berpotensi meningkatkan penyebaran virus penyakit.
“Pada kondisi seperti ini, penyakit-penyakit infeksi, terutama yang disebabkan virus, cenderung meningkat penyebarannya,” ucapnya.
Jaya menyebutkan, sejumlah penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), seperti campak, pertusis, dan difteri. Namun, dia memastikan kondisi di Kaltim masih relatif terkendali.
“Cakupan vaksinasi di Kaltim hampir mencapai 90 persen. Meskipun belum di atas rata-rata nasional, kasus-kasus penyakit tersebut masih bisa dikendalikan,” katanya.
Jaya menambahkan, Dinkes Kaltim secara rutin juga melakukan pemeriksaan sampel setiap pekan terhadap pasien yang diduga terjangkit difteri maupun campak, yang termasuk dalam kategori Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
“Dari beberapa sampel yang diperiksa, memang ada yang terkonfirmasi positif, namun kondisinya masih terkendali,” ungkapnya.
Menurut Jaya, mayoritas pasien yang terkonfirmasi positif juga berasal dari kelompok yang tidak memiliki riwayat vaksinasi. Sementara itu, bagi pasien yang telah diimunisasi, ungkapnya gejala yang muncul cenderung ringan.
Editor: Erwin