Penertiban tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas malam hari yang dinilai meresahkan lingkungan sekitar.
Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan penertiban dilakukan sebagai bentuk respons atas laporan masyarakat yang masuk secara berulang. Kawasan Solong telah menjadi target operasi dalam beberapa minggu terakhir.
“Kami tadi juga di Solong, kalau dulu dikenal Bendang Raya. Kami ke sana karena menjadi target dalam minggu-minggu akhir ini terhadap keluhan masyarakat,” ujar Anis.
Ia menyebut laporan warga menyatakan masih adanya aktivitas pada malam hari yang menimbulkan keresahan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu ketertiban lingkungan.
“Beberapa hari ini masuk laporan bahwa di Solong masih beroperasi dan lingkungan masyarakat merasa resah karena ada anak-anak usia sekolah,” katanya.
Namun, hasil razia di lapangan tidak menemukan adanya pelanggaran. Saat petugas melakukan penyisiran, kawasan tersebut terpantau sepi dan tidak ditemukan aktivitas yang melanggar ketentuan.
“Malam hari ini kita tertibkan, tapi saya lemas juga karena ternyata zonk. Pada saat di TKP sama sekali tidak ada pelanggar,” ucapnya.
Anis mengaku tidak sepenuhnya yakin dengan kondisi tersebut. Ia menduga kemungkinan adanya kebocoran informasi razia sebelum petugas tiba di lokasi.
“Saya tidak yakin dalam satu komplek tidak ada satu pun pelanggar. Indikasinya memang ada kebocoran, tapi saya tidak bisa mendeteksi siapa yang membocorkannya,” jelas Anis.
Ia juga menyinggung kawasan tersebut sebelumnya telah ditutup oleh Kementerian Sosial. Jika saat ini tidak ada lagi aktivitas, hal itu sebagai bentuk kepatuhan.
“Kalau memang sudah ditutup dan sekarang benar-benar tidak ada operasi, saya bersyukur Alhamdulillah berarti patuh,” tuturnya.
Meski belum menemukan pelanggaran, Satpol PP Kota Samarinda memastikan pengawasan akan terus dilakukan.
Editor: Erwin