Satu per satu kafe didatangi dalam kegiatan Cipta Kondisi (Cipkon) yang digelar sejak Sabtu (13/12/2025) pukul 10.00 Wita hingga Minggu (14/12/2025) pukul 02.00 Wita dini hari, sebagai upaya menjaga ketertiban serta memastikan kota tetap aman dan kondusif.
Kegiatan Cipkon ini melibatkan unsur Satpol PP, Linmas, serta perangkat terkait lainnya. Sasaran utama razia adalah tempat-tempat keramaian, khususnya kafe dan lokasi hiburan malam yang kerap menjadi titik berkumpul masyarakat pada malam hari, terutama menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan kegiatan tersebut penting dilakukan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi gangguan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat (trantibum).
“Beberapa lokasi menjadi sasaran kami. Tentunya yang pertama adalah kafe-kafe dan tempat hiburan di kawasan keramaian yang kerap kali disalahgunakan untuk berjualan dan mengonsumsi minuman keras,” ungkap Anis.
Dalam salah satu pemeriksaan, petugas menemukan minuman yang disajikan dalam teko di atas meja pengunjung. Sekilas, minuman tersebut tampak seperti minuman biasa. Namun setelah dilakukan pengecekan, petugas menduga kuat minuman tersebut merupakan miras oplosan.
“Bahkan ada modus yang cukup licik, di mana miras dioplos dan dikemas ke dalam bentuk teko, sehingga tidak terlihat secara langsung menggunakan botol,” jelasnya.
Kecurigaan petugas semakin menguat setelah dilakukan pemeriksaan ke area gudang kafe. Di balik pintu belakang, ditemukan sejumlah botol miras dalam kondisi kosong yang diduga telah digunakan untuk menyajikan minuman oplosan kepada pelanggan.
“Ini mengindikasikan miras tersebut disajikan secara oplosan setiap ada pelanggan,” tambah Anis.
Barang bukti berupa minuman oplosan dan botol miras langsung diamankan oleh petugas. Pengelola kafe juga didata untuk proses pembinaan dan penindakan sesuai ketentuan Peraturan Daerah yang berlaku.
Sepanjang razia berlangsung, petugas turut memberikan imbauan kepada pengunjung dan pelaku usaha agar mematuhi aturan. Hingga dini hari, kegiatan berjalan aman dan terkendali, dengan petugas terus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Editor: Erwin