Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda Ismed Kusasih mengatakan, keberhasilan deteksi dini berperan penting dalam mempercepat penanganan pasien.
Semakin cepat penyakit ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan dan pencegahan dampak lebih luas.
“Artinya semakin cepat menemukan lewat deteksi dini, maka semakin cepat pula pengobatan bisa dilakukan,” ujar Ismed kepada Korankaltim.com Sabtu (13/12/2025).
Deteksi dini menjadi kunci utama dalam upaya pemberantasan TBC. Prinsip pelayanan kesehatan adalah menekan angka kematian melalui percepatan penemuan dan pengobatan penyakit menular.
Terkait sebaran kasus, Ismed menyebut TBC di Samarinda relatif merata di seluruh kecamatan. Meski demikian, terdapat beberapa wilayah dengan angka sedikit lebih tinggi, salah satunya Kecamatan Palaran.
“Pemetaannya selalu kami lakukan melalui data Puskesmas. Kami punya 26 Puskesmas di 10 kecamatan dan semuanya aktif melakukan pelacakan kasus,” papar Ismed.
Saat ini, tantangan utama yang dihadapi adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sejak dini. Selain itu, distribusi cartridge pemeriksaan cepat TBC menggunakan TCM dari pemerintah pusat terkadang belum sepenuhnya lancar.
Meski demikian, Ismed memastikan ketersediaan obat TBC di fasilitas kesehatan tetap aman. Seluruh puskesmas di Samarinda telah dilengkapi obat untuk mendukung pengobatan pasien.
“Kalau obat, insya Allah tersedia sampai di Puskesmas,” ujarnya.
Inisiatif dari DPRD Kota Samarinda untuk mendorong pembentukan peraturan daerah terkait penanggulangan TBC dan penyakit menular lainnya, yang diinisiasi Komisi IV disambut positif.
Berdasarkan data terakhir, capaian penemuan kasus TBC di Kota Tepian mencapai 74 persen. Angka ini dinilai cukup baik dan tidak terpaut jauh dari rata rata nasional yang berada di kisaran 81 persen.
Editor Aspian Nur