Peristiwa pembobolan ini diduga kuat berkaitan dengan kasus arisan online yang tengah bergulir dan melibatkan sejumlah korban.
Kuasa Hukum Pelapor, Hilarius Onesimus Moan Jong, memastikan bahwa pihaknya telah melapor ke kepolisian dan tengah berkoordinasi untuk penanganan lanjutan.
Ones menyebut laporan resmi telah disampaikan hari ini, termasuk rencana pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP). Penyidik pun akan mengecek kondisi rumah serta barang-barang yang hilang untuk memastikan kronologi dan kerugian yang dialami.
“Laporan hari ini, kita sudah koordinasi dengan penyidik. Rencananya kita mau cek TKP dulu untuk melihat kondisi rumah dan juga barang-barang yang hilang,” ujarnya saat ditemui di Polresta Samarinda, Jum’at (5/12/2025) malam.
Menurut Ones, rumah tersebut dalam keadaan kosong dan tidak ditempati. Namun tiga hari lalu, seorang tetangga melaporkan adanya aktivitas mencurigakan pada dini hari. Diduga, para pelaku datang menggunakan sebuah mobil pickup dan melakukan pengangkutan dalam dua kali kedatangan.
“Kebetulan rumah itu sedang kosong. Tapi menurut informasi tetangga, tiga hari lalu rumah itu dibobol sekitar jam 1 malam, dan pelaku diduga datang pakai pickup dua kali,” jelasnya.
Ia juga menilai, peristiwa ini kemungkinan besar memiliki kaitan dengan persoalan arisan online yang sebelumnya telah ramai dilaporkan oleh para korban.
“Saya pribadi melihat ini masih berkaitan dengan persoalan arisan online itu. Rumah yang ditempati sebelumnya adalah rumah mertua dari salah satu owner,” katanya.
Sejumlah barang berharga dilaporkan hilang. Ones menyebut hampir seluruh perabotan dan perlengkapan rumah lenyap.
“Barang yang hilang itu banyak, sampai gorden, mesin air, kompor tanam, TV, AC, semuanya diambil. Rumah jadi benar-benar kosong,” ujarnya.
Lebih lanjut, pembobolan diduga dilakukan dengan cara merusak pintu dan jendela. “Pintunya didobrak. Ada satu kamar yang tidak bisa dibuka dari depan, jadi jendelanya yang dibobol. Kaca-kacanya pecah semua,” tambahnya.
Ones menyebut adanya pesan ancaman yang diterima salah satu owner arisan online tersebut sebelum kejadian.
“Ada WA ancaman. Kalau tidak ada jawaban sampai jam 12 malam, mereka akan ambil tindakan. Jadi kita menduga ini ada hubungannya dengan member yang tidak puas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebelumnya memang ada pihak yang mengambil barang-barang dari rumah itu dengan izin, namun kali ini pelaku bertindak sepihak setelah alamat rumah tersebar.
Editor: Erwin