Keterbatasan jaringan serta standar produk yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasar nasional menjadi faktor yang membuat mereka sulit bersaing lebih luas.
Untuk membuka kembali akses promosi tersebut, Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (Diskumi) Samarinda menggelar pertemuan dengan para pelaku UKM yang selama ini aktif mengikuti berbagai program pemasaran di pusat ekonomi nasional di Aula Diskumi Samarinda Jalan Ir H Juanda Kecamatan Samarinda Ulu Jumat (5/12/2025) hari ini.
Kepala Diskumi Samarinda Jusmaramdhana Alus menyampaikan, peserta yang hadir merupakan pelaku UKM yang sebelumnya telah mengikuti promosi di beberapa pusat kurasi nasional seperti Mal Sarinah, Taman Mini Indonesia Indah, dan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
“Nantinya akan dilaksanakan proses kurasi untuk mereka bisa kembali mempromosikan produknya di Mal Sarinah,” kata Yus, sapaan akrab Jusmaramdhana kepada Korankaltim.com disela pertemuan.
Sarinah dipilih didasari pengalaman kerja sama yang telah berjalan hampir dua tahun dan terbukti efektif menjadi etalase produk yang banyak dikunjungi tamu pemerintah maupun wisatawan, sehingga peluang eksposurnya jauh lebih tinggi.
Diskumi Samarinda pun menargetkan perluasan pasar melalui kerja sama promosi di Surabaya dan Yogyakarta.
Evaluasi dilakukan untuk menambah jumlah produk yang lolos, dari sekitar 42 item yang sudah terpajang menjadi sekitar 70 setelah kurasi tambahan. “Kami tahu Sarinah adalah mal tujuan dari setiap kegiatan pemerintahan dan tamu-tamu yang datang,” terang Yus lagi.
Untuk dapat lolos kurasi, para pelaku UKM harus memastikan legalitas usahanya lengkap, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB) dan memenuhi standar teknis seperti kualitas kemasan, cita rasa, serta ketahanan produk minimal enam bulan.
Ketentuan tersebut dinilai penting agar barang tidak hanya terkirim, tetapi juga memiliki masa edar yang cukup selama dipasarkan.
Diskumi Samarinda berkomitmen untuk memberikan pendampingan, pelatihan, hingga fasilitasi pengiriman agar pelaku UKM siap bersaing di pasar nasional. Ketersediaan stok pun akan dipantau agar tidak terjadi kekosongan. “Begitu produk habis atau menjelang habis, kami langsung lengkapi. Tidak menunggu stok habis baru dikirim,” tutup Yus.
Editor: Aspian Nur