Urgensi itu mengemuka dalam workshop yang digelar Komisi X DPR RI bersama kementerian terkait yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi di Ruang Serbaguna Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Rabu, (3/12/2025).
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan, pendidikan tinggi harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan AI sebagai bagian dari transformasi pembelajaran.
Apalagi, kata dia, Indonesia tengah memasuki dekade disrupsi digital pada 2025 hingga 2035 yang akan sangat menentukan daya saing tenaga kerja nasional.
Tanpa percepatan adaptasi tenaga kerja Indonesia berisiko tertinggal dalam persaingan global. Sehingga perguruan tinggi pun dinilainya harus menjadi motor utama dalam mencetak talenta digital.
“Sebanyak 92,9 persen kampus telah menerapkan pembelajaran hybrid atau kombinasi daring dan luring, yang mencerminkan tingginya penerimaan terhadap metode pembelajaran yang fleksibel,” jelas Hetifah.
Ia juga merujuk proyeksi profesi masa depan yang dipublikasikan World Economic Forum, seperti spesialis AI, analis data, big data, dan keamanan siber.
Karena itu, literasi AI dinilai wajib dimiliki mahasiswa lintas disiplin ilmu, mengingat teknologi ini telah melekat di hampir seluruh sektor industri.
Hetifah juga menjelaskan pemanfaatan AI di pendidikan tinggi dapat digunakan sebagai asisten belajar virtual, pembuatan konten pembelajaran yang dipersonalisasi, serta sistem asesmen dan umpan balik akademik.
Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya etika dalam penggunaan AI di lingkungan kampus.
Mahasiswa dan dosen diminta menjadikan AI sebagai asisten, bukan pengganti berpikir. Fokus tetap harus pada penguasaan konsep, keahlian, aplikasi, dan inovasi.
Setiap keluaran dari AI wajib diverifikasi, sumber rujukan harus berasal dari referensi primer, serta tetap melalui proses penyuntingan kritis sebelum digunakan sebagai karya akademik. Praktik menyalin hasil AI tanpa pengolahan tidak dapat dibenarkan.
“Jadikan AI sebagai asisten yang mempermudah tugas kita dengan memberikan ide-ide kreatif,” tandasnya.
Editor: Erwin