Ia menyebutkan hal krusial yang sangat diperlukan yaitu ruang rapat paripurna. Sebab, ia pun tak ingin kelhilangan momen sebelum pergantian jabatannya, dengan struktur dewan yang terbaru.
“Bertahap saja asal setiap tahun ada langkah. Sebab tahun lalu sempat mangkrak dan tahun ini untungnya ada pengerjaan kembali. Paling tidak yang utama kami butuhkan saat ini adalah ruang rapat paripurna, setelah itu baru lanjut dengan pembangunan lainnya,” jelasnya.
Menurut pengamatan Koran Kaltim, saat ini pembangunan lanjutan untuk gedung dewan tengah dikerjakan. Berdasarkan spanduk yang telah terpampang disamping pengerjaan gedung disebutkan bahwa pembangunan gedung dewan tahap dua ini memakan anggaran Rp9,7 miliar. Pengerjaan ini dilaksanakan oleh PT Nusa Bhakti Persada Jaya.
“Tahapannya tinggal sedikit unruk penuntasan ruang paripurna, tinggal memasang mebeler saja. Makanya tahun depan kami tetap mengusulkan untuk penambahan anggaran agar tahapan selanjutnya bisa terus berjalan,” terangnya.
Politisi Partai Amanat Nasional ini juga tidak menutup mata dengan kondisi lesunya APBD yang saat ini belum dapat diperkirakan tahun depan.
“Ya menyesuaikan anggaran juga. Yang terpenting ruang paripurna dulu jadi, lainnya menyusul juga tidak masalah asal tidak mangkrak saja,” pungkas Jasno. (ms)