Agus ditemukan meninggal di dalam kamar rumah kontrakan yang ia tempati bersama temannya. Temuan ini langsung dilaporkan ke aparat kepolisian, yang kemudian datang untuk melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Sukir, teman almarhum korban yang tinggal satu rumah mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan Agus pada malam sebelumnya dan menurutnya sudah beberapa hari Agus tampak kurang sehat.
“Terakhir kami bicara tadi malam. Dia sempat komunikasi, tapi memang kelihatan sakit. Badannya katanya sakit semua,” ujar Sukir saat ditemui Korankaltim.com siang tadi.
Pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA Agus masih terlihat berada di dalam kamar meskipun tampak lemah. “Tadi pagi sekitar jam 10-an masih ada suaranya di kamar. Biasanya kalau tiba-tiba sepi, baru kami cek. Ternyata pas masuk, Agus sudah tidak ada,” tuturnya.
Agus diketahui berasal dari Jawa Timur dan bekerja sebagai tenaga lepas pemasangan pipa. Almarhum sempat dilarang bekerja oleh kepala regunya karena kondisi tubuhnya yang tidak fit.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang AKP Agung Sisbiyantoro mengakui adanya temuan tersebut. Kepolisian menerima laporan penemuan mayat sekitar siang hari.
“Kami mendapatkan informasi adanya temuan mayat. Setelah dicek, korban adalah pekerja lepas yang memang sedang sakit beberapa hari terakhir,” ujar Agung.
Saat ditemukan posisi Agus tengkurap di dalam kamar. Dari hasil identifikasi awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.
“Indikasi awal tidak ada unsur kekerasan. Kemungkinan meninggal karena sakit, bisa juga serangan jantung. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” ungkap Agung.
Teman kerja almarhum sempat melihat Agus masih beraktivitas ringan pada pagi hari. Namun kondisinya tampak makin menurun. “Pagi tadi dia masih sempat terlihat, tapi kondisinya sakit. Karena itu kepala regunya melarang ikut bekerja sementara waktu,” katanya.
Saat ini jasad Agus telah dibawa ke Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penemuan ini mengejutkan warga sekitar yang sebelumnya mengenal Agus sebagai pekerja yang pendiam dan tidak banyak bergaul, namun dikenal rajin dalam bekerja.
Editor: Aspian Nur