Kegiatan yang diikuti ratusan relawan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) ini dinilai sukses memperkuat kesiapsiagaan sekaligus memperluas jejaring relawan lintas kota.
Salah satu peserta dari luar daerah, Sriwahyuni, relawan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Cabang Bontang, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengetahui informasi Jambore melalui Instagram dan grup WhatsApp.
“Acara di sini seru, panitianya baik-baik, dan banyak teman-teman relawan. Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat, banyak hal yang belum kami dapatkan secara langsung di lapangan, dan di sini langsung dipraktikkan,” ungkapnya.
Sriwahyuni berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar agar relawan di Kaltim semakin solid dan terlatih.
“Kegiatan PRB di Samarinda sangat luar biasa. Semoga ke depan panitia bisa terus melanjutkan kegiatan ini agar relawan-relawan bisa terus bersinergi dan tetap bersemangat. Salam tangguh dari saya,” ujarnya.
Ia juga menuturkan relawan di Kota Bontang cukup aktif dan sering berkolaborasi lintas lembaga.
“Di Bontang sendiri banyak sekali relawan dari berbagai lembaga. Biasanya kami melakukan kolaborasi untuk kegiatan bersama,” jelasnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefudin Zuhri, yang turut hadir memberikan arahan sekaligus apresiasi. Ia menilai Jambore PRB bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga sarana memperkuat kapasitas para relawan.
“Saya ucapkan selamat untuk Jambore Forum PRB. Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan setiap tahun karena pesertanya datang dari berbagai daerah. Ke depan, harapannya 10 kabupaten/kota bisa ikut semua,” ujarnya.
Ia menambahkan ilmu yang diterima peserta sangat krusial sebagai bekal di lapangan.
“Ilmu yang didapatkan walaupun hanya sehari semalam adalah ilmu yang tidak didapatkan di bangku sekolah. Ini menjadi bekal agar relawan lebih sigap dan lebih tertata dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat di daerah masing-masing,” kata Saefudin.
Wawali juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan meski berharap tidak ada bencana terjadi.
“Ini adalah persiapan. Harapan kita tidak ada bencana, tetapi kita tetap harus siap,” pungkasnya.
Editor: Erwin