Dengan tema “Democracy Under Duress: Press, Law, and the Battle of Narratives”, forum ini menekankan pentingnya memperkuat peran media sebagai bagian dari ekosistem demokrasi yang sehat.
Pemimpin Redaksi Koran Kaltim, Supiansyah, selaku salah satu pemateri, menyampaikan bahwa tantangan media saat ini lebih banyak muncul dalam bentuk penyesuaian terhadap perubahan regulasi dan pola hubungan kelembagaan.
Ia menilai dinamika tersebut membuat media perlu lebih cermat menjaga keseimbangan antara independensi dan profesionalitas dalam menjalankan fungsi publik.
“Tekanannya bukan lagi seperti dulu. Sekarang lebih kepada bagaimana media berhadapan dengan regulasi dan relasi kelembagaan yang terus berkembang,” ucapnya dengan nada reflektif di Gedung Prof Masjaya Unmul, Jumat (21/11/2025).
Menurutnya, perubahan ini menuntut media untuk menata ulang strategi keberlanjutan, termasuk mendorong diversifikasi pendapatan agar tidak bergantung pada satu sektor saja.
Supiansyah juga menjelaskan proses pengambilan keputusan di redaksi kini semakin kolektif. Setiap isu sensitif dipertimbangkan melalui diskusi bersama, melibatkan redaktur hingga manajemen, demi memastikan keamanan jurnalis, kemampuan perusahaan, dan tetap terjaganya manfaat berita bagi publik.
“Intinya, media harus bijak membaca situasi dan tetap berpegang pada etika,” tambahnya.
Akademisi Fakultas Hukum Unmul, Hairan mengatakan fenomena ini merupakan bagian dari proses adaptasi media terhadap perkembangan demokrasi. Mereka menekankan pentingnya memperkuat literasi hukum dan etika, baik di kalangan jurnalis maupun masyarakat.
“Menurut saya agar narasi yang beredar tetap sehat dan tidak mudah dipengaruhi kepentingan tertentu,” ungkapnya.
Menurut mereka, kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh seberapa matang ekosistem informasinya. Karena itu, media, pemerintah, dan masyarakat harus saling memahami peran masing-masing.
“Pemerintah dituntut transparan, media tetap independen, dan masyarakat perlu kritis serta memiliki kecakapan dalam menyaring informasi,” ujarnya.
Seminar yang berlangsung di Gedung Masjaya Universitas Mulawarman itu dihadiri mahasiswa, akademisi, dan praktisi. Selain menjadi ruang dialog, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat pemahaman publik tentang bagaimana media bekerja dan tantangan yang mereka hadapi dalam menjaga alur informasi yang bertanggung jawab.
Editor: Erwin