Satlantas Polresta Samarinda bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menggelar penindakan melalui Operasi Zebra 2025 di sepanjang Jalan Perniagaan, kawasan yang sejak lama dikenal sebagai titik pelanggaran cukup tinggi.
Kasubnit Turwali Polresta Samarinda, Ipda Tafyudi Anugrah menjelaskan bahwa pemilihan lokasi tersebut bukanlah keputusan tiba-tiba.
Jalan Perniagaan, khususnya simpang jembatan menuju Jalan Pahlawan, sudah hampir dua puluh tahun menjadi perhatian aparat karena tingginya pelanggaran arus lalu lintas.
“Setiap hari selalu ada saja yang coba memotong jalan lewat simpang itu, padahal rambunya sudah jelas terpasang. Sejak 19 tahun lalu rambu larangan bagi mobil dari arah jembatan menuju Jalan Pahlawan tidak pernah dicabut,” ujarnya saat ditemui di lokasi penindakan.
Meski aturan sudah dipasang lama, pelanggaran masih terus ditemukan. Banyak pengendara mobil tetap memaksa melawan arus demi memperpendek waktu tempuh.
Pengguna sepeda motor pun kerap melakukan hal serupa dengan memotong jalur langsung dari arah Jalan Pahlawan menuju Jalan Perniagaan kendati jalur tersebut bukan peruntukannya.
“Hampir tiap jam ada yang motong jalur. Kadang sampai hampir tabrakan kalau pas ramai,” tuturnya.
Tafyudi menegaskan kawasan itu sudah lama menjadi titik prioritas pengawasan. Menurutnya, perilaku pengendara yang enggan mengikuti rambu harus ditindak lebih tegas.
“Penindakan yang kami lakukan menyasar pelanggaran kasat mata yang sudah berlangsung lama. Jalur ini satu arah untuk kendaraan roda empat, dan aturannya tidak berubah,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, petugas mendapati enam kendaraan roda empat yang melanggar aturan satu arah. Selain itu, dua sepeda motor turut diamankan karena pelanggaran yang lebih berat, yakni tidak memiliki dokumen kendaraan, tanpa pelat nomor, serta menggunakan knalpot brong.
“Kendaraan itu tidak memenuhi persyaratan dasar. Surat-surat tidak ada, pelat nomor tidak ada, dan knalpot brong jelas dilarang. Karena itu kami lakukan penahanan,” tegas Tafyudi.
Ia menambahkan bahwa knalpot brong menjadi fokus utama Operasi Zebra tahun ini sesuai arahan Dirgakum Korlantas Polri. Operasi Zebra Mahakam 2025, kata Tafyudi, tidak hanya bertujuan menindak, tetapi juga meningkatkan kesadaran berkendara. Razia serupa akan terus dilakukan di area rawan lainnya.
“Kami berharap masyarakat memahami bahwa rambu dipasang demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Editor: Erwin