Meski akan dilakukan penyesuaian, legislatif menegaskan kegiatan yang bersifat strategis dan menunjang peningkatan kualitas kerja tetap diprioritaskan.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menuturkan bahwa langkah efisiensi perlu dilakukan agar penggunaan anggaran lebih terarah dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia menekankan efisiensi bukan berarti memangkas kegiatan penting yang berkaitan langsung dengan peningkatan kapasitas anggota legislatif.
“Efisiensi itu penting, tujuannya agar anggaran lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tapi kegiatan seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berfungsi meningkatkan kemampuan anggota dewan tetap harus dijalankan sesuai rencana,” ujar Ananda, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, Bimtek merupakan bagian dari upaya berkelanjutan DPRD untuk memperkuat kualitas legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Oleh karena itu, meskipun ada tekanan fiskal akibat menurunnya proyeksi pendapatan daerah, DPRD tetap berkomitmen menjaga mutu program kerja yang telah disusun.
Dalam waktu dekat, DPRD Kaltim juga akan menggelar rapat koordinasi bersama Badan Anggaran (Banggar) dan Pemerintah Provinsi Kaltim.
Rapat tersebut direncanakan membahas penyesuaian Peraturan APBD 2026 yang diperkirakan menurun signifikan karena berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
“Situasi ini bisa menjadi momentum bagi DPRD untuk memperkuat peran dan kinerja lembaga legislatif di tengah keterbatasan fiskal,” tegas politisi dari PDI Perjuangan itu.
Ananda berharap, semangat efisiensi yang dijalankan tidak hanya sebatas penghematan, melainkan juga mampu mendorong peningkatan produktivitas dan profesionalitas lembaga dewan.
“Yang paling penting adalah bagaimana DPRD tetap fokus pada tiga fungsi utama, yakni pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah, perumusan kebijakan anggaran, dan pembentukan peraturan daerah. Walaupun ada keterbatasan, kinerja kami harus tetap optimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.
Editor: Erwin