Wali Kota Samarinda, Andi Harun pun meminta Perumda Varia Niaga lebih agresif mengembangkan potensi usaha, terutama dalam pengelolaan aset pemerintah yang selama ini belum produktif.
“Varia Niaga harus lebih giat lagi berusaha, termasuk menggarap kerja sama pemanfaatan aset. Banyak tanah Pemkot Samarinda yang tidur, tidak menghasilkan uang,” ujar Andi Harun belum lama ini.
Sebagai langkah konkret, pemkot tengah menyiapkan gagasan besar bertajuk Samarinda Investment Center untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah melalui kolaborasi dengan pihak swasta. Program ini diharapkan menjadi sumber pembiayaan baru bagi pembangunan kota.
Andi Harun menyebut, inisiatif tersebut merupakan bentuk kreativitas dan inovasi lokal untuk memperkuat imunitas ekonomi Samarinda di tengah ketidakpastian fiskal nasional.
“Lebih penting bagi kami mempersiapkan dan mempertahankan imunitas ekonomi secara internal ketimbang membuang-buang energi dalam bentuk lain,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade menyatakan pihaknya kini tengah mematangkan langkah konkret untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sejumlah aset daerah telah masuk dalam kajian kelayakan atau feasibility study, termasuk Pelabuhan Samarinda.
Pelabuhan tersebut rencananya akan dikembangkan agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat sandar kapal, tetapi juga menjadi pusat jasa bongkar muat, pergudangan, hingga kawasan wisata ekonomi baru.
“Pelabuhan rencananya akan dikelola Varia juga, saat ini masih dalam proses pengajuan rencana pengelolaan,” jelas Syamsuddin pada Jumat, (31/10/2025).
Selain fokus pada pengembangan aset, Varia Niaga juga memperkuat lini produk dan inovasi usaha. Beberapa merek lokal seperti beras dan ayam olahan kini tengah dikembangkan untuk memperluas pasar.
Perusahaan juga menjajaki kerja sama dengan perangkat daerah terkait dalam pemanfaatan potensi ekonomi di Sungai Mahakam.
Secara paralel, Varia Niaga juga aktif menjalin kemitraan dengan investor, baik dari dalam maupun luar negeri, guna mendorong pertumbuhan investasi di Samarinda.
Langkah ini diharapkan memperkuat sumber pajak daerah serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Kami bermitra agar investasi di Samarinda bisa tumbuh, memberi keuntungan bagi daerah, sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujarnya.
Syamsuddin berharap, upaya tersebut dapat memperkuat kemandirian fiskal Kota Tepian di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang terus dijalankan pemerintah.
“Jadi dalam beberapa tahun ini saya harus meletakkan pondasi yang kuat di usaha Perumda ketika kita mau PAD itu lebih signifikan,” pungkasnya.
Editor: Erwin