Sorotan tersebut datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, yang menilai langkah relokasi harus melalui kajian yang cermat terutama dengan memperhatikan suara pedagang yang selama ini menggantungkan hidup di pasar itu.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda Abdul Rohim menyebut pemerintah tidak boleh terburu-buru mengambil keputusan tanpa terlebih dahulu mendengar aspirasi para pedagang. Menurutnya, mereka adalah pihak yang paling terdampak langsung sehingga pandangan dan kesiapan mereka harus menjadi pertimbangan utama.
“Yang pertama tentu saja harus didengar tanggapan dari pedagang apakah mereka menerima atau tidak dengan rencana relokasi itu karena mereka yang paling berkepentingan disana,” kata Rohim kepada Korankaltim.com Jumat (31/10/2025).
Apabila relokasi atau renovasi pasar benar-benar dilakukan, maka pemerintah wajib menyiapkan lokasi sementara bagi para pedagang. Langkah tersebut dinilai penting agar kegiatan ekonomi tidak terhenti selama proses pembangunan berlangsung.
“Kalau rencana itu disetujui, pemerintah perlu memikirkan tempat sementara serta insentif bagi pedagang agar mereka tetap bisa berjualan dan kondisi ekonominya tidak terganggu,” sebut Rohim.
Selain soal penataan pedagang, Rohim juga menyoroti wacana desain bangunan baru Pasar Segiri yang akan dibangun dua lantai. Dia menilai gagasan tersebut positif karena dapat meningkatkan daya tampung dan memperbaiki tata kelola pasar.
“Kalau dibuat dua lantai justru bagus. Kapasitas bisa bertambah, penataan lebih rapi, dan fasilitas umum juga bisa lebih lengkap karena ruangnya lebih luas,” tuturnya.
Meski demikian, pihak dewan masih menunggu kejelasan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disusun oleh pemerintah daerah. Hal itu menyusul adanya informasi bahwa besaran anggaran pembangunan turun dari Rp250 Miliar menjadi Rp200 Miliar.
DPRD akan membahasnya secara mendalam bersama pihak eksekutif agar rencana pembangunan berjalan realistis dan tepat sasaran.
“DPRD tentu akan mempelajari detail anggarannya terlebih dahulu agar pelaksanaannya tidak hanya tepat waktu, tapi juga sesuai kebutuhan di lapangan,” tutup Rohim.
Editor: Aspian Nur