Dalam peristiwa tersebut, satu anak menjadi korban setelah tertimpa material longsoran dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Petugas dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muriono, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian setelah menerima laporan adanya dugaan korban jiwa.
“Kami menurunkan sekitar delapan personel menuju lokasi longsor di Jalan Wiratama, informasi awal yang kami terima ada korban jiwa, namun setelah dicek di lapangan, korban dalam kondisi selamat meski membutuhkan penanganan medis,” ungkapnya.
Lanjutnya, pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPD Kota Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran, Basarnas, Kepolisian, dan TNI-Polri untuk memastikan tidak ada korban lain dan mengantisipasi longsor susulan,” terangnya.
Korban yang diketahui merupakan anak-anak itu dievakuasi oleh warga bersama relawan yang berada di sekitar lokasi.
“Korban langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans putih milik relawan Satria NASA yang kebetulan terdekat dari lokasi kejadian,” jelasnya.
Sementara itu, warga sekitar, Hendra, menuturkan kejadian berlangsung sangat cepat. Ia mengatakan hujan deras sejak siang membuat tanah di belakang rumah warga mulai retak sebelum akhirnya ambles.
“Sekitar jam 12 siang kami dengar suara gemuruh dari belakang rumah. Ternyata tanah di tebing longsor dan menimpa seorang anak yang sedang berada dalam toilet,” ujarnya.
Hendra bersama warga lain segera memberikan pertolongan sambil menunggu relawan datang. “Kami langsung gotong tanahnya pakai cangkul dan panggil relawan. Syukurlah anaknya masih sadar, hanya terluka di bagian kaki,” tutupnya.
Editor: Erwin