Bahan Pokok Masih Stabil
2 menit baca881 kali dibaca
SAMARINDA - Stok (ketersediaan) kebutuhan barang pokok dan barang penting yang telah ditetapkan ada 12 bahan pokok, masih aman sampai awal 2018. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim Ir Fuad Asaddin mengatakan, kebutuhan barang pokok dan barang penting saat ini masih terkendali, baik untuk ketersediaan maupun masalah harga.
Begitu juga dengan kelancarannya tidak ada masalah. Hal itu berkat kerjasama antar sesama dinas instansi terkait, pelaku usaha, distributor dan BUMD terkait. “Berkat kerjasama tersebut Kaltim tidak pernah kekosongan stok kebutuhan barang pokok dan barang penting lainnya. Dari pantauan kami setiap hari, setiap minggu dan setiap bulan ternyata kebutuhan sembako cukup tersedia termasuk harganya masih normal,” kata Fuad Asaddin.
Walaupun begitu, lanjut Fuad Asaddin yang menjadi masalah adalah kelancaran pendistribusian kebutuhan pokok, yang biasanya dipengaruhi oleh cuaca, kondisi infrastruktur jalan dan kendala lainnya. Menurutnya, selama cuaca baik, infrasruktur jalan dan jembatan lancar dan tidak ada hambatan, otomatis akan mempengaruhi pendistribusian kebutuhan pokok ke daerah.
Selain itu, pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangannya, karena ditakutkan ada perubahan harga yang tiba-tiba diluar perhitungan harga pasar. “Oleh karena itu kita terus melakukan pemantauan khususnya untuk pendistribusiannya, ditakutkan ada perubahan-perubahan diluar perhitungan kita, kalau untuk ketersediaan akan kebutuhan pokok masih cukup dan aman,” kata Fuad Asaddin.
Dalam waktu dekat ini, kata Fuad Asaddin, akan mengimplementasikan untuk tetap menjaga harga kebutuhan pokok, khususnya harga beras akan ditetapkan harga maksimalnya yaitu Rp 13.300 perkilonya. Dan harga tersebut akan terus dipantau agar harganya tidak bergerak naik. Stok barang dan kebutuhan pokok di Kaltim masih aman sampai 3 sampai 5 bulan kedepan seperti, beras bulog 14.724 ton, beras non bulog 198.750 ton, gula pasir 33.003 ton, minyak goreng 34.294 ton, mentega 6.623 ton, jagung pipilan 10.464 ton, tepung terigu 33.747 ton, kacang kedelai 11.706 ton, telur ayam 12.156 ton, daging sapi 9.111 ton dan daging ayam 8.943 ton, susu bubuk 11.719 ton, garam beryodium 568 ton. (kgi)









