Keberadaan wadah resmi berupa sirkuit maupun program pembinaan akan sangat membantu dalam menyalurkan bakat anak muda.
Dengan demikian, mereka tidak lagi menjadikan jalan umum sebagai arena balapan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Pemkot maupun Pemprov harus menyiapkan fasilitas dan pembinaan. Kalau ada wadah resmi, anak-anak ini bisa menyalurkan hobinya dengan benar,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).
Subandi menilai salah satu solusi konkret adalah mengoptimalkan kembali fungsi Sirkuit Kalan di Samarinda Seberang.
Arena tersebut sebelumnya pernah digunakan, namun kini kondisinya memerlukan perbaikan.
“Dulu sempat ada alokasi untuk perbaikan. Sirkuit Kalan sebaiknya difungsikan kembali, dilengkapi sarana pendukung, agar anak-anak bisa menyalurkan bakatnya. Siapa tahu dari situ lahir atlet balap berprestasi,” tambahnya.
Ia menegaskan, minimnya fasilitas resmi selama ini menjadi faktor yang mendorong maraknya aksi balapan liar di jalanan Samarinda.
Maka, dengan adanya pembinaan terarah dan kejuaraan resmi, ia optimistis keresahan masyarakat akibat aksi kebut-kebutan bisa ditekan.
Pernyataan Subandi bertepatan ini juga sebagai respons operasi yang dilakukan jajaran Polresta Samarinda, Minggu (21/9/2025) dini hari lalu.
Kepolisian menggelar razia di kawasan Simpang Mesra, Jalan Pahlawan, yang kerap dijadikan arena balap liar. Dalam operasi itu, 12 unit sepeda motor berhasil diamankan.
Kasubnit 1 Turjawali Satlantas Polresta Samarinda, Ipda Tafyudi Anugrah, mengungkapkan kawasan tersebut memang menjadi titik rawan aksi balapan ilegal, terutama pada malam hari.
Selain mendorong penyediaan sirkuit resmi, Subandi juga mengimbau generasi muda agar tidak lagi menggunakan jalan umum untuk kebut-kebutan.
“Balap liar di fasilitas umum jelas membahayakan keselamatan orang lain dan mengganggu kenyamanan pengendara lain. Saya harap anak-anak kita bisa lebih bijak,” tegasnya belum lama ini.
Ia pun meminta aparat terkait, mulai dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga kepolisian, meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan. Patroli rutin, menurutnya, penting dilakukan agar potensi balapan liar bisa ditekan sejak dini.
“Pengawasan bukan hanya mencegah anak muda terjerumus aksi berbahaya, tapi juga menjaga ketertiban dan keamanan warga Samarinda secara keseluruhan,” pungkasnya.
Editor: Erwin