Demi memastikan jalannya program sesuai aturan, Pemprov akan menempatkan Satuan Tugas (Satgas) di kampus-kampus yang sudah menjadi mitra kerja sama.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni, mengungkapkan pembentukan Satgas ini penting agar pemerintah memiliki perpanjangan tangan di perguruan tinggi.
Satgas nantinya bertugas melakukan pengawasan, memastikan aturan program dipatuhi, sekaligus menjadi penghubung antara pemerintah dan pihak kampus.
“Satgas akan hadir di kampus negeri maupun swasta yang sudah menandatangani kontrak kerja sama. Mereka ini semacam perpanjangan tangan Pemprov untuk memastikan kuliah gratis benar-benar berjalan, dan pendidikan yang diberikan tetap berkualitas,” ujar Sri, Selasa (16/9/2025).
Hingga saat ini, Pemprov Kaltim telah menjalin kontrak dengan 53 perguruan tinggi. Dalam perjanjian tersebut, kampus wajib menjalankan hak dan kewajiban sesuai kesepakatan, termasuk tidak membebankan biaya kepada mahasiswa penerima GratisPol.
Rencana pembentukan Satgas mencuat setelah muncul laporan bahwa masih ada mahasiswa penerima program yang diminta membayar biaya kuliah.
Padahal, Pemprov Kaltim sudah mengalokasikan anggaran khusus dalam APBD Perubahan 2025 untuk menanggung seluruh biaya pendidikan.
“Dana sudah siap dan tinggal direalisasikan. Jika ada kampus yang telanjur menarik biaya, nanti bisa dikembalikan setelah diverifikasi,” tegas Sri.
Ia menambahkan, data penerima GratisPol sudah terintegrasi dalam sistem pemerintah daerah.
Dengan begitu, mahasiswa yang namanya tercatat sebagai peserta dipastikan tetap mendapatkan haknya, termasuk pengembalian dana bila sudah melakukan pembayaran ke kampus.
“Semua bisa dicek melalui sistem. Nama mahasiswa penerima sudah ada, jadi jelas siapa saja yang berhak. Kalau ada yang sudah bayar, itu akan dikembalikan,” jelasnya.
Lebih jauh, Sri mengingatkan agar mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Menurutnya, program kuliah gratis tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban biaya, tetapi juga menjadi investasi sumber daya manusia Kaltim di masa depan.
“Mahasiswa jangan terlena hanya karena kuliahnya gratis. Justru harus lebih bersungguh-sungguh agar tujuan program ini tercapai, yaitu menghasilkan generasi berpendidikan yang siap membangun daerah,” pungkasnya.
Editor: Erwin