Sebelumnya, hewan dilindungi itu diketahui berkeliaran hingga ke salah satu rumah warga, sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat sekitar.
Pejabat Muda BKSDA Kaltim SKSDAW 2 Tenggarong, Rido, menyampaikan pihaknya menerima laporan keberadaan beruang sejak Sabtu (6/9/2025) melalui call center BKSDA. Tim kemudian langsung melakukan pengecekan di lokasi.
“Hanya saja pada saat itu baru dilakukan asesmen dan pengecekan lapangan, belum ada tindakan penangkapan karena alatnya belum tersedia,” ujar Rido saat dihubungi wartawan Korankaltim.com, Senin (8/9/2025).
Pada Minggu (7/9/2025), BKSDA mulai memasang kandang jebak untuk menangkap beruang madu tersebut. Upaya itu dilakukan dengan berkoordinasi bersama Polsek, Damkar, serta masyarakat setempat, namun saat pemasangan jebakan berlangsung, beruang berpindah tempat.
“Sehingga bukan di jalur yang diperkirakan akan dilewati beruang pada malam hari,” ucapnya.
Pada pagi hari berikutnya beruang terlihat di area lapangan bola yang berdekatan dengan sekolah dan masjid. Lokasi itu dekat dengan pemukiman sehingga tim khawatir beruang bisa kaget lalu mengamuk.
“Teman-teman tetap melakukan patroli dan meminta tambahan tim dari BKSDA untuk turun ke lokasi,” katanya.
Saat ini, BKSDA baru memasang satu unit perangkap jebak di kawasan tersebut, hal ini karena laporan kemunculan beruang cukup banyak.
"Jadi peralatan kami harus dibagi, baik di Kutim maupun Kukar. Alat yang dipasang di Muara Kaman ini sebelumnya kami bawa dari Jonggon,” jelas Rido.
Editor: Aspian Nur