Bangunan yang sudah rampung fisiknya itu kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi sebelum beroperasi penuh.
Direktur Utama Perumda Varia Niaga Syamsudin Hamade mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan rencana bisnis untuk mengelola kos sekaligus Bebaya Mart yang berada dalam satu kawasan. Tujuannya agar aset Pemkot tak hanya difungsikan, tetapi juga memberi pemasukan bagi daerah.
“Kami sampaikan business plan agar dua-duanya berjalan. Pemkot dapat untung dari pengelolaan aset, dan ada kontribusi nyata untuk daerah,” kata Syamsudin kepada Korankaltim.com Senin (8/9/2025).
Bebaya Kos Syariah disiapkan khusus untuk perempuan dengan kapasitas 50 kamar. Tarif dipatok sekitar Rp2 juta per bulan dengan fasilitas lengkap, mulai kamar mandi dalam, lemari, tempat tidur hingga televisi.
“Konsepnya semi-hotel, jadi tinggal bawa badan saja. Walaupun berlabel syariah putri, bukan berarti non-muslim tidak boleh. Semua tetap bisa,” tegas Syamsudin.
Untuk keamanan, aturan ketat diterapkan. Penjaga kamar seluruhnya perempuan kecuali petugas keamanan, sementara keluarga penghuni hanya boleh sampai di lobi.
Kos syariah ini ditargetkan menjadi pilihan mahasiswa, terutama dari Universitas Mulawarman, maupun pekerja perempuan di Samarinda.
Selain kos Varia Niaga juga menyiapkan Bebaya Mart dengan konsep ritel kekinian yang dilengkapi coffee corner. Selain menyasar mahasiswa dan anak muda, Bebaya Mart juga berfungsi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Kalau ada kelangkaan (kebutuhan pokok), masyarakat tidak perlu panik. Tinggal datang ke Bebaya Mart,” terangnya.
Meski persiapan sudah matang, pembukaan resmi masih menunggu serah terima dari Pemkot Samarinda. “Semakin cepat semakin baik. Kami sudah siapkan agar transisi berjalan mulus,” tutup Samsudin.
Editor: Aspian Nur