Dari 11 tuntutan itu, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menegaskan semua aspirasi para pengunjuk rasa yang didominasi mahasiswa diterima dan siap untuk diperjuangkan.
Hal ini disampaikan Hasanuddin yang sempat berdialog dengan mahasiswa saat dikonfirmasi Korankaltim.com Selasa (2/9/2025) hari ini.
“Para mahasiswa membacakan 11 tuntutan dan kami pasti terima. Aspirasi itu kami tamping tapi sebagian besar kebijakan yang dituntut memang kewenangan pusat,” kata Hasanuddin yang sempat naik ke mobil komando dan truk saat aksi unjuk rasa berlangsung. “Karena nanti akan kami bahas bersama dengan pembina daerah serta pemerintah pusat,” imbuhnya.
Para mahasiswa sempat meminta agar tuntutan tersebut ditandatangani langsung dirinya bersama gubernur, Pangdam Mayor Jenderal TNI Rudy Rachmat Nugraha dan Kapolda Irjen Pol Drs. Priyo Widyanto, namun permintaan itu sulit direalisasikan di lokasi aksi di depan Gedung Karang Paci. Sebagai alternatif, ia menawarkan agar perwakilan mahasiswa masuk ke dalam ruang rapat untuk pembahasan lebih lanjut.
Awalnya ada kesepakatan hanya perwakilan mahasiswa yang masuk, tetapi kemudian mereka menginginkan semua massa ikut masuk.
“Itu jelas tidak mungkin karena akan berisiko merusak bangunan dan mengganggu keamanan. Karena itu saya memilih keluar agar bisa didengar langsung oleh seluruh massa,” papar Hasanuddin.
Negosiasi akhirnya buntu. Faktor teknis menjadi kendala, termasuk soal permintaan tanda tangan yang tidak siap secara administrasi.
“Begitu sudah hampir sepakat, mahasiswa minta ditandatangani tapi ternyata mereka belum menyiapkan kertas, pulpen juga materai. Kalau mau kesepakatan ditulis dan ditandatangani, semua harus disiapkan sejak awal,” tegasnya.
Politisi Golkar itu menegaskan, meski belum ada kesepakatan formal, DPRD Kaltim tetap berkomitmen memperjuangkan tuntutan mahasiswa. Dirinya juga mengingatkan sebagian besar tuntutan serupa disuarakan mahasiswa di seluruh Indonesia, seperti penolakan revisi KUHP.
“Apa yang diperjuangkan mahasiswa, pada prinsipnya juga menjadi keinginan bersama, karena itu harus sama-sama memperjuangkannya,” tutup Hasanuddin.
Editor: Aspian Nur