Sejak beberapa hari lalu, tanda pagar atau taggar #JAGASAMARINDA sudah ramai tertulis di media sosial yang mencapai puncaknya mulai pukul 10.00 WITA pagi ini, dimana para peserta aksi akan berkumpul di halaman depan Islamic Center Jalan Slamet Riyadi untuk selanjutnya bergerak menuju titik utama unjuk rasa yaitu Kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang.
Ada beberapa tuntutan yang akan disampaikan para peserta aksi unjuk rasa nantinya diantaranya meminta disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) perampasan asset, hapurs tunjangan mewah dan evaluasi kinerja anggota DPR RI, reformasi kinerja kepolisian serta meminta dicabutnya undang-undang yang tidak berpihak kepada masyarakat.
Para peserta aksi juga diminta untuk waspada terhadap provokator yang bisa menyusup diantara peserta aksi demonstrasi dan diminta tetap focus pada tuntutan yang disampaikan. Aksi menjarah juga merusak fasilitas umum yang terjadi di daerah lain di Tanah Air diharapkan tidak terjadi dalam demonstrasi hari ini dan para peserta aksi sudah diingatkan terkait hal itu karena selain #JAGASAMARINDA taggar yang juga digaungkan adalah #KALTIMCINTADAMAI.
Seperti biasa, dengan adanya aksi demonstrasi bakal terjadi kemacetan lalu lintas dibeberapa ruas jalan utama Samarinda. Terkait hal itu, Dinas Perhubungan Kota Samarinda bersama Satlantas Polresta Samarinda melakukan rekayasa lalu lintas, mengalihkan dan menutup jalan yang bakal dilalui peserta aksi.
Penutupan jalan dilakukan sejak sekitar pukul 10.00 WITA dan baru kembali normal hingga unjuk rasa benar-benar tuntas, mulai dari Jalan KH Fahruddin (eks Jalan Anggi) dan Jalan Meranti yang berbatasan langsung dengan Islamic Center, Jalan Cendana, Jalan MT Haryono, Jalan Tengkawang dan Jalan Teuku Umar. Masyarakat yang terbiasa melewati jalan tersebut diminta untuk mencari alternatif jalan lain.
Sementara itu beberapa sekolah swasta dan negeri sudah mengeluarkan pengumuman meliburkan murid dan siswa mereka, meminta tidak masuk sekolah hari ini demi menghindari hal-hal tak diinginkan, terutama sekolah yang berdekatan dengan lokasi aksi unjuk rasa.
Sama seperti pihak sekolah, beberapa pekerja baik karyawan swasta maupun pegawai negeri sebagian juga diliburkan dan diminta bekerja dari rumah alias work from home (WFH) demi menjaga keamanan.
Nantinya ada lebih dari seribu personel keamanan yang bakal disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di DPRD Kaltim ini dengan terbanyak adalah personel Polri, 900 orang, ditambah Brigade Mobil (Brimob) yang dipimpin langsung Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar untuk memastikan selama aksi unjuk rasa berlangsung tidak terjadi rusuh dan tetap berjalan dengan tertib.
Editor: Aspian Nur