Dewan Pengurus Daerah (DPD) IKAL Lemhannas Provinsi Kaltim pun meminta Ketua DPP IKAL Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar untuk mengambil langkah-langkah strategis demi penyelamatan organisasi.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris DPD IKAL Lemhannas Kaltim Prof Rahmawati melalui Wakil Sekretaris Hajaturamsyah, usai mengikuti Munas V IKAL, di Jakarta, Sabtu (23/8/2025) lalu.
Hajat menerangkan sebagai wujud kecintaannya terhadap IKAL Lemhannas, karenanya meminta Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar sebagai pucuk pimpinan untuk mengembalikan muruah organisasi dari pihak-pihak yang merusaknya.
“Sudah saatnya Pak Jenderal Agum Gumelar mengambil sikap strategis untuk mendinginkan suasana demi menyelamatkan organisasi,” ungkap Hajat, Rabu (28/8/2025).
Sebagai informasi, dalam forum Munas IKAL dipimpin langsung oleh Sekjen DPP IKAL, Marsdya TNI (Purn) Daryatmo, didampingi Ketua Steering Committee, Ulla Nuchrawaty dan Ketua Organizing Committee Mayjen TNI (Purn) Jasim Harik, sebagai pimpinan sidang sementara.
Pimpinan sidang sementara bertugas untuk memimpin jalannya forum dalam membahas agenda acara, tata tertib, serta pemilihan dan pengesahan pimpinan sidang tetap.
Selain itu juga terdapat beberapa kandidat yakni Prof Purnomo Yusgiantoro, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Mustafa Abubakar, dan Komjen Pol (Purn) Togar M Sianipar.
Hajat mengaku sedari awal dibukanya forum Munas IKAL Lemhannas sudah terlihat sangat dinamis dan penuh interupsi hingga membuat ruang sidang tak kondusif dan molor sampai malam hari. Padahal, sidang dibuka sejak pagi dan terkutat di pembahasan terkait tata tertib sidang.
“Padahal mestinya membahas agenda ini bisa selesai tak sampai satu jam,” terangnya.
Forum Munas kata Hajat, beberapa kali dilakukan skorsing atau penundaan sementara agar kedua belah pihak bisa saling mendinginkan suasana dan bermusyawarah. Disaat dibuka kembali pun masih tak menemui titik temu dari perdebatan.
Alhasil, hingga waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB malam lewat, atas kesepakatan antara Ketua IKAL, para sepuh, peserta forum, dan kandidat akhirnya forum ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.
Kemudian, para peserta perlahan beranjak pergi ke luar meninggalkan forum mengiringi Ketua DPP IKAL, sepuh dan kandidat yang juga turut beranjak dari ruang sidang Munas.
Namun, ketika forum sudah mulai sepi justru terdapat pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, secara inkonstitusional mengambil alih sidang dan melanjutkan hingga menetapkan salah satu kandidat.
“formasi pimpinan sidangnya tidak lagi yang sama, seketika secara kilat menentukan ketua baru. Padahal Pak Agum selaku ketua umum belum pula melaporkan pertanggung jawabannya dan dinyatakan demisioner. Tentu ini menyedihkan,” urainya.
Editor: Faishal Ays