Peristiwa ini menghanguskan satu rumah dan membuat dua rumah lainnya terdampak diduga terjadi akibat korsleting listrik.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkar Kota Samarinda, M. Teguh Setiawardana, menjelaskan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 21.30 WITA dan langsung mengerahkan delapan unit mobil pemadam dari empat posko berbeda.
“Lokasi gang sempit, tapi berkat dukungan relawan, penanganan berjalan lancar,” katanya.
Berkat kesigapan petugas, relawan dan warga, kobaran api dapat dicegah merembet ke bangunan lain, termasuk sebuah ruko yang menjual sembako serta bensin pom mini di sekitar lokasi.
Kobaran api berhasil dipadamkan petugas lebih kurang satu jam dan tidak ada korban jiwa.
Teguh meminta masyarakat diminta lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
“Kami mengimbau warga rutin memeriksa kabel dan peralatan elektronik, karena korsleting masih menjadi penyebab utama kebakaran di Samarinda,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan warga sekitar, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di bagian belakang rumah.
“Tadi sempat terdengar percikan, kemungkinan karena korsleting,” ungkap salah seorang warga.
Editor: Erwin