Selain transparansi, laporan resmi kepada pihak terkait dalam pemberian dana hibah tersebut juga harus dilakukan dan nyatanya informasi itu tak didapatkan DPRD Kaltim
Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud yang menyatakan legislatif jarang menerima laporan resmi terkait pemanfaatan dana hibah APBD yang dikucurkan ke sejumlah rumah sakit di Benua Etam, padahal DPRD memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan dana publik tersebut dipergunakan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak pernah mendapat tembusan laporan penggunaan hibah. Padahal DPRD berhak mengetahui, karena ini bagian dari kewenangan kami dalam mengawasi anggaran,” kata Hamas, sapaan akrabnya kepada Korankaltim.com Sabtu (23/8/2025).
Mekanisme penyusunan rencana bisnis dan anggaran RSUD sebaiknya dilakukan secara terintegrasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim.
Dengan begitu, Komisi IV DPRD bisa memperoleh gambaran menyeluruh mengenai arah kebijakan, strategi pembiayaan, serta prioritas sektor kesehatan daerah. Hingga kini, laporan pendapatan BLUD lebih banyak tersampaikan ke pemerintah daerah tanpa melibatkan DPRD, padahal potensi pendapatan rumah sakit di Kaltim terbilang besar.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kaltim juga menyiapkan tambahan anggaran Rp16,8 Miliar untuk mengatasi kekurangan tenaga medis, terutama dokter spesialis yang masih menjadi kebutuhan mendesak di berbagai rumah sakit.
Tata kelola yang baik dan profesional menjadi kunci agar rumah sakit tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Manajemen yang terencana akan mendorong peningkatan pendapatan, efisiensi, serta mutu pelayanan kesehatan.
RSUD didorong untuk berinovasi dalam pelayanan, memperluas akses masyarakat, serta memastikan ketersediaan tempat tidur yang mencukupi bagi pasien. “Kami optimistis dana publik yang digelontorkan bisa memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kaltim,” ucap Hamas.
Data Perkiraan Pendapatan RSUD di Kaltim per Tahun
- RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda: Rp545 Miliar
- RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan: Rp478 Miliar
- RSUD Atma Husada Mahakam: Rp23 Miliar
- RSUD Mata: Rp14 Miliar
- RSUD Aji Muhammad Salehuddin II (AMS 2): Rp1,8 Miliar
Editor: Aspian Nur