Dalam kunjungan disambut langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel di Gedung E, DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar.
Ekti menilai kedatangan jajaran DPRD Kubar tersebut, membahas soal persoalan plasma sawit yang tak kunjung terealisasi sesuai ketentuan serta masalah tambang. Khususnya juga terkait penggunaan jalan hauling yang membahayakan warga.
Kunjungan tersebut tidak semata menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk pencarian dukungan kelembagaan, agar persoalan yang membelit masyarakat Kubar bisa segera mendapatkan solusi.
“Banyak laporan dari Kubar terkait insiden di jalan kabupaten akibat aktivitas hauling tambang. Tidak ada pos pengamanan, sehingga masyarakat yang melintas sering terancam keselamatannya. Ini persoalan serius yang harus kita sikapi bersama,” ujarnya.
Menurutnya, langkah DPRD Kubar membentuk pansus sawit dan tambang patut diapresiasi sebagai upaya mengawal aspirasi masyarakat. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut menyeluruh sebelum hasil kerja pansus diparipurnakan.
Dengan begitu, rekomendasi yang dihasilkan benar-benar konkret dan bisa dijalankan.
“Saya sangat mendukung keberadaan pansus ini. Selama mereka bekerja dengan baik dan objektif, hasilnya akan menjadi rekomendasi kuat. Dari DPRD provinsi, kami siap mengawal agar tidak berhenti di atas kertas,” tegas politisi Gerindra itu.
Lebih jauh, Ekti menilai kunjungan kerja tersebut tidak hanya sebatas membahas substansi persoalan sawit dan tambang, tetapi juga mempererat hubungan kelembagaan antara DPRD kabupaten dan provinsi.
Dirinya mengaku, sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kubar dan Mahulu, pertemuan ini menjadi kesempatan penting untuk menjembatani aspirasi konstituennya.
“Pertemuan seperti ini sekaligus ajang silaturahmi. Apa yang disampaikan DPRD Kubar akan kami teruskan ke pemerintah provinsi dan gubernur untuk ditindaklanjuti secara nyata,” pungkasnya.
Editor: Erwin