Sebanyak 15 ruas jalan dilaporkan telah tergenang air setinggi 20 hingga 40 centimeter (cm).
Analis bencana ahli muda BPBD Samarinda, Hamzah, mengatakan curah hujan saat ini berada pada level yang tidak normal.
Kondisi daratan kota yang relatif rendah membuat potensi banjir dan longsor semakin besar jika tidak diantisipasi.
“Kami senantiasa mengingatkan warga untuk lebih waspada. Pemerintah berupaya membangun drainase yang baik dan mengembalikan fungsi resapan air, tetapi yang paling penting adalah perilaku masyarakat. Jangan membuang sampah sembarangan,” tegasnya, ungkapnya, Selasa (12/8/2025).
Lanjutnya, peringatan dini dari BMKG mencatat, Selasa (12/8/2025) pukul 13.00-15.30 WITA, wilayah Kota Samarinda diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Sejumlah ruas jalan pun terdampak genangan dan banjir, di antaranya, Jalan Pahlawan, Jalan Pasundan, Jalan Awang Long, Jalan Sudirman, Jalan Rapak Indah, Jalan Juanda Flyover, Jalan Katamso, Jalan Pramuka Ujung, Jalan Ayani II, Jalan Gerilya, Jalan Mugirejo Dalam, Jalan Daman Huri, Jalan Daman Huri II, Jalan Damai Samilir dan Jalan Merdeka.
Akibat kondisi ini, BPBD Samarinda mengingatkan warga yang mendengar suara aliran air deras atau melihat tanda-tanda pergerakan tanah agar segera mengungsi sementara.
Peringatan ini, kata Hamzah, berlaku khususnya pada malam hari ketika risiko bencana sulit terdeteksi.
Data BPBD menunjukkan, Samarinda menjadi salah satu daerah di Kaltim dengan tingkat kejadian longsor tertinggi sejak 2023 hingga 2025.
Sementara itu, prakiraan BMKG menyebut Samarinda diperkirakan tidak akan mengalami musim kemarau tahun ini, sehingga curah hujan akan tetap terjadi dalam beberapa bulan mendatang.
“Penanggulangan bencana bukan hanya tugas BPBD, tetapi tanggung jawab kita semua. Mari bersama menjaga lingkungan dan meminimalkan risiko demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Editor: Erwin