Bantuan yang dikirim berupa beras, gula, dan minyak goreng, ditujukan untuk masyarakat di dua kecamatan di Mahulu yang masih terdampak akibat air surut di hulu Sungai Mahakam, yang menyebabkan akses distribusi logistik terganggu.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan bahwa kejadian kekeringan yang menyebabkan permukaan sungai sangat surut di Mahulu, membuat penyaluran sembako ke sana menjadi terganggu.
“Untuk itu kita coba mengirimkan bantuan melalui jalan darat,” ujar Seno Aji usai pelepasan bantuan sembako ke Mahulu.
Proses pendistribusian bahan pokok ini tidak hanya dilaksanakan oleh pemerintah saja, tetapi juga dengan bekerja sama bersama Perusahaan Daerah (Perusda) PT. Melati Bhakti Satya (MBS).
“Makanya kita mendorong bersama untuk memakmurkan masyarakat Kaltim, melalui program kerja terutama pada ketahanan pangan yang sudah dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto,” ucapnya.
Selain itu pihaknya terus mendorong melalui program tersebut, Provinsi Kaltim di pertengahan tahun 2026 bisa melaksanakan swasembada pangan. Untuk mencapai hal tersebut, ungkapnya perlu adanya dukungan dari pihak swasta.
“Apalagi banyak perusahaan pertambangan di Kaltim, kita ingin agar setiap perusahaan bisa menyediakan 200 hektare,” katanya.
Sehingga jika ada 100 perusahaan tambang yang menyiapkan lahan, maka total ada 20 ribu hektare lahan yang siap dikelola untuk menghasilkan beras. Saat disinggung soal adanya status siaga bencana dan apakah akan ada rencana untuk menggunakan anggaran dari Biaya Tak Terduga (BTT), Seno menyatakan belum.
“Sebab saat ini kita masih ada anggaran di Disperindagkop dan Dinas Sosial. Tetapi nanti akan kita lanjutkan rapat dengan Sekda serta TPAD, apakah kita memerlukan BTT di masa paceklik saat ini,” jelasnya.
Diketahui, selain penyaluran bantuan ke Mahakam Ulu dirinya juga memberangkatkan tiga unit truk yang berisikan kebutuhan sembako berupa beras, gula, minyak, dan tepung terigu untuk operasi pasar sembako di Kecamatan Tabang, Kembang Janggut, dan Kenohan.
Editor: Erwin