Harus Ada Solusi Menyeluruh Atasi Banjir di Kota Samarinda
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Masalah banjir yang terus menghantui Kota Samarinda kembali menjadi perhatian serius.
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Masalah banjir yang terus menghantui Kota Samarinda kembali menjadi perhatian serius.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Subandi menilai penanganan banjir selama ini terlalu reaktif dan bersifat jangka pendek sehingga dirinya menegaskan solusi menyeluruh dari hulu hingga hilir menjadi keharusan.
“Kalau dalam 5 sampai 10 tahun ke depan tidak ada tindakan konkret maka banjir akan makin parah. Ini bukan lagi soal perencanaan, tapi soal bertahan hidup,” ujar Subandi kepada Korankaltim.com Sabtu (26/7/2025).
Satu diantara langkah krusial yang harus dilakukan adalah membangun bendungan pengendali di kawasan Sungai Siring, wilayah di atas Bandara APT Pranoto yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara. Wilayah ini disebut sebagai hulu utama yang menyumbang debit besar ke Sungai Karang Mumus yang melintasi Kota Samarinda.
Tanpa pengendalian aliran dari wilayah hulu, daya tampung sungai di tengah kota tidak akan mampu menahan luapan air saat curah hujan tinggi.
Selain itu, ia menyoroti kondisi Waduk Benanga yang kini sudah tidak berfungsi optimal akibat sedimentasi berat. Normalisasi besar-besaran harus dilakukan pada 2026 mendatang untuk mengembalikan fungsi waduk sebagai penahan banjir.
“Penanganan banjir tidak bisa dilakukan setengah-setengah, perlu sistem lengkap mulai dari kolam retensi, folder, embung, drainase hingga pompa air di titik-titik kritis,” papar Subandi.
Politisi PKS itu juga menekankan pentingnya memperkuat infrastruktur drainase di dalam kota serta menambah embung-embung baru sebagai tampungan air hujan.
Kondisi banjir di Samarinda saat ini disebutnya sudah masuk kategori darurat. “Kalau masalah ini terus diabaikan, maka masyarakat yang akan terus jadi korban. Pemerintah harus segera bertindak,” tutup Subandi.
Editor: Aspian Nur

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
5 kali dibaca
111 km Tenggara SELAYAR-SULSEL
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Tidak berpotensi tsunami
Sumber: BMKG