Agusriansyah mengingatkan agar program ini tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek yang penuh simbol, tapi benar-benar menjadi landasan pemerataan pembangunan jangka panjang.
“Kalau ada Wi-Fi tapi colokan listrik tidak ada, itu bukan digitalisasi, itu pemborosan,” sebutnya kepada Korankaltim.com Rabu (16/7/2025).
Politisi PKS itu menyebut keberhasilan digitalisasi terutama di tingkat desa sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dasar seperti listrik dan kualitas SDM.
Pemerintah diminta tidak terjebak dalam euforia teknologi tanpa memperhatikan kebutuhan nyata masyarakat. “Internet itu penting, tapi kalau listriknya mati-mati sama saja bohong. Kita bicara keadilan pembangunan, bukan sekadar teknologi,” tegasnya.
Agusriansyah juga mendorong adanya peta jalan digitalisasi yang disusun bersama oleh pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga ke desa, juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan warga dalam pengawasan agar program Gratispol benar-benar menyentuh akar persoalan. “Kalau mau digitalisasi berhasil, mulailah dari yang paling dasar, jangan dibalik. Kalau salah urutan yang muncul cuma janji, bukan solusi,” pungkas Agusriansyah.
Editor: Aspian Nur