Kinerja Disdukcapil Samarinda Dapat Sorotan, Komisi I Sebut Berantakan
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis : Rahmadani
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Berantakan dan carut marut, itulah gambaran yang diberitakan Anggota Komisi 1 DPRD Samarinda Suparno terhadap pelayanan yang diberikan Dinas Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda.
Bukan tanpa alasan, berbelitnya prosedur pengurusan data di dinas tersebut yang membuat Suparno menyebutnya masih sangat berantakan. "Carut marut datanya," tegas Suparnao kepada Korankaltim.com Rabu (16/7/2025)
Beberapa hal yang menjadi faktornya, mulai dari masyarakat yang tidak mau melapor ke Disdukcapil saat pindah rumah, kemudian juga tidak memperbaharui data kependudukan setelah menikah dan pelaporan data kematian yang sangat terlambat. "Data yang tidak update ini akan berdampak nantinya saat adanya pemberian bantuan dan pemilihan umum," ungkap Suparno.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, Disdukcapil harusnya memanggil pengurus rukun kematian yang berada disetiap kelurahan. "Masyarakat juga harus meningkatkan kesadarannya untuk selalu memperbaharui data kependudukannya," ujarnya.
Suparno menyoroti mengenai prosedur pengurusan data Disdukcapil yang masih sangat berbelit. "Harusnya bisa satu pintu saja," sebutnya lagi.
Disdukcapil sendiri mengajukan anggaran untuk tahun 2026 kepada DPRD sebesar Rp21 Miliar. "Kebutuhan mereka tidak terlalu besar sebetulnya, paling banyak untuk pembelian blanko," tutup Suparno.
Editor: Aspian Nur









