Sebelumnya, seorang pasien yang dirawat di ruang Angsoka nomor 2002 RSUD AWS Samarinda ditemukan tewas setelah nekat gantung diri di kamar rawat tersebut.
Saat dikonfirmasi terkait kejadian ini, Kepala Dinkes Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa pihaknya masih menindaklanjuti kasus tersebut.
Menurutnya, rata-rata pasien dengan penyakit kanker banyak yang merasa putus asa.
“Karena tidak sembuh-sembuh, dan bisa saja melakukan upaya untuk mengakhiri hidupnya,” ujar Jaya Mualimin, Senin (7/7/2025).
Rasa putus asa dan anggapan bahwa tidak ada harapan untuk sembuh menjadi salah satu penyebab. Terlebih beberapa penyakit tersebut kerap membuat penderita mengalami penderitaan berat, sehingga kemungkinan pasien akhirnya memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup.
“Tetapi saat ini kan kasusnya sudah ditangani pihak kepolisian, untuk mengetahui apakah ini terjadi akibat ada kekerasan, maksudnya apakah ada orang yang mencelakai kita masih belum tahu,” ucapnya.
Maka dari itu, Jaya menuturkan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan yang sedang berproses di kepolisian.
Lebih lanjut, saat ditanyakan terkait apakah tidak ada petugas yang berjaga di ruangan, Jaya menerangkan, dirinya masih menerima informasi dari Plt. Kepala Rumah Sakit AWS bahwa ada pasien yang meninggal.
“Kemudian bagaimana prosesnya kami juga belum tahu, yang saya tahu melalui media sosial saat ini kasusnya sedang ditangani oleh kepolisian setempat,” terangnya.
Sehingga dirinya belum mengetahui apakah kejadian ini ada unsur kesengajaan atau memang murni upaya pasien yang sedang di rawat untuk mengakhiri hidup. Sementara untuk pengawasan tentu sudah ada petugas yang berjaga selama 24 jam.
“Lalu ada CCTV. Tetapi memang saya belum dapat informasi yang pasti karena masih dalam penyelidikan,” tuturnya.
Editor: Erwin