Program RLH ini telah berjalan sejak 2022 sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan di sektor perumahan.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adbang) Setdaprov Kaltim, Irhamsyah, menyampaikan bahwa hingga pertengahan 2025, sebanyak 386 unit RLH telah berhasil dibangun dan diserahkan kepada warga. Sementara itu, 86 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan rampung tahun ini.
“Kalau dihitung total dari 2022 hingga 2024, target kita sebenarnya mencapai 508 unit,” ujar Irhamsyah, Jumat (4/7/2025).
Lanjutnya, seluruh pembangunan RLH dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang beroperasi di Kaltim, terutama di sektor pertambangan dan perkebunan. Sehingga program ini tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, kunci keberhasilan program ini terletak pada keseriusan perusahaan dalam merealisasikan komitmen CSR mereka. Pemerintah daerah hanya berperan sebagai fasilitator dan koordinator.
“Kalau perusahaan betul-betul berkomitmen, kami siap membangun sebanyak mungkin. Ini bukti nyata bahwa CSR tidak hanya berhenti pada angka, tetapi bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Irhamsyah mengaku dalam pendistribusian pembangunan RLH memang belum merata di seluruh wilayah. Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi daerah dengan pembangunan RLH paling minim, lantaran belum ada perusahaan di wilayah tersebut yang menyalurkan CSR untuk program ini.
“Di Mahulu kondisinya sangat minim, sampai sekarang belum ada perusahaan yang berkontribusi, padahal masyarakat di sana juga sangat membutuhkan,”n katanya.
Untuk mengatasi ketimpangan itu, Pemprov mengalokasikan sebagian kuota dari daerah lain agar Mahulu tetap mendapatkan bagian. Saat ini, lima unit RLH sedang dibangun di wilayah tersebut.
“Kami tidak ingin ada daerah yang tertinggal meski tanpa dukungan perusahaan setempat, kami tetap berusaha mewujudkan pemerataan pembangunan,” tuturnya.
Editor: Erwin