Wagub Seno Aji mengatakan informasi ini sangat penting agar Pemprov Kaltim bisa melakukan mitigasi sosial ekonomi, termasuk menentukan langkah-langkah tepat untuk menekan angka kemiskinan, pengangguran dan stunting.
"Data BPS pasti dari berbagai indikator. Kita akan lakukan langkah-langkah intervensi untuk menurunkan angka kemiskinan ini,” kata Wagub Seno Aji.
Saat paparan gambaran sosial ekonomi Kaltim ini juga dihadiri Sekda Kaltim Sri Wahyuni dan Kepala Biro Ekonomi Iwan Darmawan. Informasi ini akan menjadi bahan penting bagi pemerintah untuk bisa melakukan perbaikan. Baik terkait penanganan angka kemiskinan, pengangguran, stunting maupun permasalahan lainnya.
“Dari sini bisa kita ketahui, mana yang memerlukan intervensi melalui dinas instansi terkait, sehingga permasalahan sosial masyarakat kita bisa kita kurangi. Seperti upaya menurunkan angka kemiskinan yang nantinya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat kita,” tandas Wagub.
Wagub Seno Aji juga meminta masukan dari BPS Kaltim, terkait langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam upaya mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Saya mohon masukan-masukan dari BPS, agar nantinya bisa kira rapatkan secara internal dengan perangkat daerah terkait,” harap Wagub.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana sebelumnya memaparkan survei dilaksanakan dua kali setahun pada Maret dan September 2024. dengan indikator pengeluaran rumah tangga, baik itu makanan maupun nonmakanan menggunakan pendekatan moneter dan nonmoneter.
“Angka kemiskinan di Kaltim pada September 2024 tercatat 5,51 persen. Turun 0,27 persen dari Maret 2024,” kata Yusniar.
Terjadi ketimpangan data kemiskinan, antara masyarakat desa dan perkotaan. Dimana masyarakat perkotaan hanya 4,4 persen, sementara di desa mencapai 8 persen.
Selain kemiskinan, Yusniar juga memaparkan kondisi ketenagakerjaan Kaltim, tingkat pengangguran terbuka, kemudian indeks pembangunan manusia, perkembangan inflasi nasional dan Kaltim tahun 2024-2025, produksi dan kondisi komsumsi beras Kaltim serta perkembangan pertumbuhan ekonomi year on year. (*/mar/sul/ky)