"Sannipata merupakan simbol dan momen sakral untuk memperkuat silaturahmi dan spiritualitas, memperdalam dama hingga memperat persaudaraan," ucap Wagub Seno Aji.
"Saya meyakini Sannipata simbol kebersamaan umat Budha. Apalagi, perayaan ini juga mengusung konsep pelaksanaan lintas agama," jelas Wagub Seno.
Selain itu, tema Hari Waisak tahun ini "Tingkatkan pengendalian diri dan kebijaksanaan wujudkan perdamaian dunia".
Tema ini, tentu sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. Karena, perdamaian sangat diperlukan dalam mewujudkan masyarakat yang aman dan sejahtera.
Bahkan tema yang diusung juga agar masyarakat saling rukun dalam keberagaman dan kuat dalam persatuan. Begitu juga, Pemprov Kaltim berkomitmen untuk menciptakan suasana harmoni antarumat beragama.
"Karena itu, kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Saya yakin dan percaya, dari hati yang jernih dan pikiran yang terang. Harapannya, umat Budha terus bergerak maju berkontribusi membangun daerah," pesan Wagub lagi.
Pandita Madya Vihara Muladharma Ferdianto Cahyadi menjelaskan, silaturahmi ini dilaksanakan bersama-sama, dipusatkan di Vihara Muladharma Samarinda. Kegiatan tersebut sebelumnya dilaksanakan di masing-masing vihara.
"Kami bersyukur Wagub Kaltim beserta istri hadir di kegiatan ini. Konsep dilaksanakan secara terbuka," kata Ferdianto Cahyadi.
"Selain itu, umat Budha di Kaltim selalu aktif dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan. Contohnya bagi-bagi sembako kepada warga yang berhak dan tertimpa musibah," jelasnya.
Kegiatan dihibur dengan penampilan seni dan olahraga barongsai. Hadir, Kepala Kemenag Kaltim H Abdul Kholiq, Forkopimda Kaltim, pimpinan MUI Kaltim, OPD Pemprov Kaltim, pengurus FKUB Kaltim, Keuskupan Agung Samarinda RP Agustinus Gunawan dan Bhikkhu Jutindriyo, tokoh agama serta tokoh masyarakat. Hadir mendampingi, Hj Wahyu Hernaningsih Seno, istri Wagub Seno Aji. (*/jay/sul/ky)