Ia menekankan bahwa pemerataan pendidikan dan perhatian terhadap sekolah swasta juga harus menjadi prioritas pemerintah.
Menurut Syarifatul, salah satu tantangan pendidikan saat ini adalah ketimpangan distribusi siswa di sekolah negeri dan swasta.
“Sampai sekarang, penyebaran peserta didik belum merata. Ini perlu diatasi agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan di mana pun mereka bersekolah,” ujarnya, Jumat (20/6/2025).
Dia mencontohkan kondisi di Balikpapan, di mana kapasitas sekolah negeri hanya mampu menampung sekitar 51 persen lulusan SMP menuju jenjang SMA dan SMK. Sementara 49 persen lainnya harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Bagi Syarifatul, kondisi ini harus direspons dengan kebijakan yang berpihak dan memperkuat peran sekolah swasta.
“Program Gratispol itu baik, tetapi jangan hanya fokus ke sekolah negeri. Pemerintah perlu memastikan agar layanan pendidikan bisa dirasakan secara adil di semua jenis sekolah,” tegasnya.
Selain itu, politisi Partai Golkar ini juga mengingatkan bahwa keberhasilan program Gratispol bergantung pada kesiapan data dan kemampuan anggaran daerah.
Ia berharap pemerintah daerah memperkuat perencanaan dan mengalokasikan anggaran secara tepat agar program tersebut berdampak nyata dan berkelanjutan.
“Data harus akurat dan alokasi fiskal harus memadai. Dengan begitu, program ini bisa memberi manfaat untuk semua siswa di Benua Etam,” pungkasnya.
Editor: Erwin