Saat mendapat informasi terjadi kebakaran Rudy Mas’ud langsung mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi bangunan malam tadi.
"Kami berterimakasih kepada para petugas pemadam yang cepat memadamkan api," ujar Rudy Mas'ud kepada wartawan.
Nantinya akan ada petugas yang berwenang melakukan tugas investigasi terkait kejadian ini baik yang berasal dari Pemprov Kaltim maupun pihak dari eksternal.
"Kami harus lakukan penyelesaian dalam waktu dekat, apalagi masih banyak even nasional yang akan menggunakan Hotel Atlet milik Pemprov Kaltim ini," jelasnya.
Investigasi dan perbaikan harus segera dilakukan baik dari tim teknis maupun tim mechanical engineering untuk memastikan kondisi fasilitas gedung tetap aman.
Menurut informasi dari petugas pemadam yang diterima Rudy, fasilitas pemadam yang ada di gedung cukup baik, hanya saja karena kejadian kebakaran terjadi di ruang shaft kabel api agak sulit dipadamkan.
"Tetapi dipastikan semua peralatan yang ada di hotel ini berfungsi dan berjalan dengan baik, mulai pemadaman, sekring cell maupun detectornya," jelasnya.
Asap hitam tebal yang mengepul keluar disebutnya karena sebelumnya terkurung di dalam ruangan tertutup sehingga saat dibuka langsung mengepul. "Intinya kerusakan yang ada hanya pada bagian ruang shaft kabel saja," ucap Rudy.
Hotel Atlet dibangun Pemprov Kaltim untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di Kaltim tahun 2008 silam.
Setelah hampir 16 tahun terbengkalai dan tidak digunakan, hotel dengan 273 kamar berlantai 8 ini kembali direnovasi, digunakan untuk pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) di Samarinda pada tahun 2024 lalu.
Editor: Aspian Nur