Ia mengaku sudah mendorong Pemkot Samarinda segera bertindak menuntaskan proyek ini tahun depan.
“Seperti kasus yang terjadi dalam pembangunan SD 005 Loa Janan Ilir, kami sudah sampaikan langsung kepada dinas terkait, apalagi dalam pembangunanannya masih menyisakan proses pembangunan struktur. Yang tuntas saat ini baru sampai pemancangan makanya harus segera dituntaskan karena itu sarana pendidikan,” tuturnya.
Selanjutnya ia membahas jembatan Bungkuk yang menyisakan pembuatan badan jalan. Hal ini sedikit berbeda dengan jembatan Muang yang sudah menyelesaikan pembangunan pondasi namun belum juga dibangun bentang tengahnya.
“Itu (jembatan Muang) kami anggap penting karena menjadi akses utama masyarakat di sana. Selama ini kasihan masyarakat harus kesulitan mencari jalan,” jelasnya.
Selain itu ia juga menyebutkan persoalan Puskesmas Temindung yang sudah tuntas dalam pembangunan struktur dan bangunan. Namun sampai saat ini belum juga ada penyelesaian akhirnya.
“Harusnya bisa segera finishing agar bisa digunakan sebagaiu sarana kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Dengan beberapa catatan tersebut, pihaknya dari Komisi III sudah mengajukan saran agar sejumlah kegiatan tersebut dapat dituntaskan tahun depan. “Karena itu termasuk kepentingan orang banyak. Makanya tidak bisa terus-terusan dibiarkan jangan sampai masyarakat dibuat bertanya-tanya dan menilai pemkot lamban mengerjakan,” tuntas Jasno. (ms)